Sutiyoso di Ujung Jakarta Sebagian besar responden menganggap Sutiyoso gagal memimpin Jakarta. Kriminalitas meningkat, banjir pun gagal dihambat. |
SUTIYOSO kini menghitung hari-hari terakhir jabatannya. Sejak menjadi Gubernur Jakarta lima tahun lalu, ternyata kriminalitas meningkat, transportasi umum memburuk, dan tawuran antarwarga acap terjadi. Apalagi, menjelang akhir masa jabatan pertamanya, Sutiyoso dianggap gagal mengantisipasi banjir. Be-gitulah pendapat responden Majalah TEMPO di Jakarta, pekan ini.
Sayangnya, para politisi di DPRD Jakarta enggan ber-sikap tegas. Buktinya, hingga Selasa pekan lalu tak satu pun fraksi di DPRD Jakarta memutuskan menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban Gubernur Sutiyoso seminggu sebelumnya. Mereka hanya meminta penjelasan Sutiyoso soal anggaran banjir, kinerja aparat pemerintah, dan konsep pariwisata di Kepulauan Seribu.
Buat responden, mestinya sikap melempem para wakil rakyat Jakarta itu bukan lantaran adanya jatah Rp 50 juta bagi setiap anggota dewan dalam membahas pertanggungjawaban gubernur. Bahkan sebagian besar responden (74 persen) berpendapat, anggota dewan tak sepantasnya menerima uang tersebut. Soalnya, DPRD Jakarta dinilai belum menjalankan fungsi legislatifnya secara benar.
Kini, masyarakat akan melihat ?pesta politik? untuk mencari calon gubernur Jakarta, pada Oktober 2002. Sutiyoso sendiri sudah memberi tanda-tanda siap menjadi gubernur lagi, meski ber-embel-embel, ?Kalau ada dorongan kuat dari anggota dewan dan masyarakat,? katanya.
Mungkinkah Sutiyoso bertahan? Sebagian responden (38 persen) memang menganggapnya masih layak jadi gubernur. Alasannya, Sutiyoso dinilai bisa menjaga keamanan Jakarta sewaktu Pemilihan Umum 1999, Sidang Umum MPR, dan rapat akbar sejumlah partai politik.
Agung Rulianto
| Apakah Sutiyoso masih layak menjabat Gubernur DKI Jakarta? | | Ya | 38% | | Tidak | 62% | | | | Jika ya, apa prestasi Sutiyoso yang pantas dicatat? * | | Jakarta tetap aman selama berlangsungnya sidang umum, rapat akbar, dsb | 56% | | Pelayanan umum membaik | 41% | | Kriminalitas berkurang | 29% | | Membawa Jakarta sebagai kota metropolitan | 26% | | Mengatasi masalah pascabanjir | 25% | | *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban. | | | | Jika tidak, di mana letak kegagalan Sutiyoso?* | | Gagal mengatasi banjir | 55% | | Meningkatnya kriminalitas | 47% | | Pelayanan transportasi umum memburuk | 46% | | Tata kota semrawut | 34% | | Tawuran dan kerusuhan meningkat | 31% | | *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban. | | | | Apakah DPRD sudah menjalankan legislasi dengan benar terhadap pemerintahan Sutiyoso? | | Sudah | 38% | | Belum | 62% | | | | Apakah pantas DPRD mendapat jatah pembahasan LPJ sebesar Rp 50 juta untuk tiap anggota? | | Ya | 26% | | Tidak | 74% | | |
Metodologi jajak pendapat :
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Majalah TEMPO, bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 517 responden di lima wilayah DKI pada 30 Maret-2 April 2002. Dengan jumlah responden tersebut, tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) diperkirakan 5 persen. Penarikan sampel dikerjakan melalui metode acak bertingkat (multi-stages random sampling) dengan unit kelurahan, RT, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan lewat kombinasi antara wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.
Independent Market Research
Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974
|