Mengharap Tuah Monterrey di Paris Club III |
Mungkinkah para kreditor alias pemberi utang bersikap lunak penuh pengertian? Mungkin saja, kendati pemerintah Indonesia yang semula enggan meminta haircut kini mengharapkan kebijakan yang sedikit mengarah ke sana. Dan suasana itulah yang mewarnai persiapan delegasi Indonesia menyambut sidang negara-negara kreditor alias Paris Club III, April depan. Seperti diketahui, jumlah utang luar negeri Indonesia saat ini mencapai US$ 71,4 miliar atau separuh dari kekayaan semua BUMN yang ada. Dari jumlah itu, yang jatuh tempo tahun 2002-2004 diperkirakan sekitar US$ 11 miliar.
Kebetulan sekali, sebelum pertemuan Paris Club, pada Maret akan ada konferensi internasional tentang utang negara-negara berkembang di Monterrey, Meksiko. Semangat Monterrey menginginkan adanya pembagian tanggung jawab beban utang mengingat, sewaktu membuat rencana pemberian dana, negara kreditor juga terlibat. Sedangkan rancangan Monterrey merupakan upaya mengatasi utang secara lebih adil dengan disetujuinya prinsip berbagi beban dalam mengelola krisis keuangan. Semoga semangat itu bisa mendatangkan tuah bagi delegasi Indonesia agar mereka mendapat penjadwalan utang yang lebih tepat dan adil dalam pertemuan Paris Club mendatang.
|