Komisi Penyelidik Ditolak |
PEMBENTUKAN Komisi Penyelidik Nasional untuk membongkar kematian Theys Hiyo Eluay bisa sia-sia. Sejumlah tokoh agama di Papua dan anggota Presidium Dewan Papua menolaknya. Mereka menilai komisi ini tidak akan bekerja independen karena di dalamnya ada unsur TNI. ”Saya kira pembentukan komisi hanya untuk membuka ruang bagi penyelesaian politik,” ujar Thaha Al Hamid, Sekjen Presidium Dewan Papua.
Di mata Thaha, pembentukan komisi penyelidik itu, yang disahkan oleh Presiden Megawati 5 Februari lalu, merupakan bukti ketidakpercayaan Presiden terhadap polisi. Soalnya, ia yakin sekali kepolisian menyampaikan hasil pengusutannya—yang mengindikasikan adanya keterlibatan aparat Kopassus—kepada Megawati.
Sejauh ini, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono, menjamin tak akan ada rekayasa dalam pengusutan kematian Theys. Ia meminta agar masyarakat tidak berburuk sangka terhadap komisi yang dipimpin oleh Koesparmono Irsan, bekas Deputi Kapolri ini.
Dalam menjalankan tugasnya, Koesparmono akan dibantu 11 anggota, yang terdiri dari lima aparat pemerintah, empat tokoh masyarakat Papua, satu anggota Komnas HAM, dan satu lagi ahli forensik.
Leanika Tanjung, Agung Rulianto, Tempo News Room
|