Prajurit TNI-AD Terlibat Kasus Theys |
AKHIRNYA, pihak Markas Besar TNI-AD mengakui adanya indikasi keterlibatan prajuritnya dalam kasus pembunuhan tokoh Papua Merdeka, Theys Hiyo Eluay. Theys ditemukan tewas pada 11 November tahun lalu di kawasan Skyland, 45 kilometer dari Jayapura, setelah kembali dari acara peringatan Hari Pahlawan di markas Kopassus di Hamadi, Jayapura. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Endriartono Sutarto menyatakan, dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim internal Mabes TNI-AD, ada indikasi seperti itu. Tim itu dipimpin oleh Komandan Pusat Intelijen TNI-AD, Brigjen Sardan Marbun, dan telah menyelesaikan penyelidikannya pekan lalu di Papua.
Meskipun Endriartono menyatakan adanya indikasi itu, ia menolak satuan mana dari Angkatan Darat yang terlibat pembunuhan tersebut. Sampai saat ini, seperti yang ditulis TEMPO tiga pekan lalu, satuan yang paling dicurigai melakukan eksekusi terhadap Theys adalah Kopassus. Tujuh orang sudah masuk dalam daftar calon tersangka, tapi sayangnya polisi tak memiliki kewenangan untuk memeriksa tentara, sehingga kasus itu dianggap mentok oleh Kapolda Papua.
KSAD berjanji bahwa, dengan temuan tim internal ini, siapa pun anggota TNI yang terlibat tidak akan lepas dari jerat hukum. Janji ini tak menggembirakan semua pihak, bahkan Asmara Nababan dari komisi II DPR meminta tim investigasi TNI itu menghentikan kegiatannya. Alasannya, ada kesan TNI ingin menganggap kasus ini selesai lewat penyelidikan itu, padahal rancangan Keppres Komisi Penyelidik Nasional untuk kasus itu sedang digodok di meja Presiden Megawati. Jadi, menurut Nababan, keppres itu yang mesti segera diteken agar masyarakat percaya bahwa kasus ini akan dituntaskan.
I G.G. Maha Adi dan Arif A. Kuswardono
|