Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 49/XXX/04 - 10 Februari 2002
   
Laporan Utama

Posko Banjir Sampai ke Udara

SELALU saja ada berkah di balik bencana. Entah mengapa, ketika wabah banjir menghantam DKI mulai Sabtu dua pekan lalu dan mencapai puncaknya enam hari kemudian, masyarakat Jakarta, yang biasanya tak peduli, cuek bebek, berubah menjadi sebuah paguyuban yang akrab dan saling tolong. Semakin luas lokasi banjir, semakin bertambah posko bantuan. Dapur umum berjibun. Tak terhitung pula orang yang mengulurkan tangan.

Sikap saling bahu-membahu juga melayang sampai ke udara. Di radio, dari gelombang ke gelombang, yang terdengar adalah seruan kepada masyarakat untuk menolong warga yang kesusahan. Tak hanya seruan, sejumlah stasiun radio juga membuka posko bantuan. Salah satunya adalah Jakarta News FM, stasiun radio yang berkantor di kawasan Pondokindah, Jakarta Selatan. Koran, televisi, dan situs dotcom tak mau kalah berlomba kebajikan. Tapi, yang gaungnya terasa menyentuh barangkali lewat radio. Kalau dimonitor, nyaris semua frekuensi terisi siaran bencana banjir.

Coba saja putar radio di mobil Anda, banjir berita soal bencana nasional itu. Menurut Norpud Binarto, Direktur Jakarta News FM, radionya memang menggalang solidaritas korban banjir di seluruh Jabotabek. Bantuan datang dari pendengar, berupa mi instan, beras, pakaian baru dan bekas. Di kantor radio itu berjenis-jenis bahan pangan tampak menggunung. Sesaat terlihat mobil seorang penyumbang menurunkan beras dan mi instan. Tak lama kemudian, truk-truk dari posko-posko bencana datang untuk mengangkutnya. Tak terhitung jumlahnya. Tak perlu serba rapi. "Yang penting cepat dan bantuan segera sampai tujuan," kata Nurpud.

Untuk memudahkan pengawasan, Jakarta News membentuk posko di beberapa tempat. Posko-posko itu dijaga relawan yang "direkrut" dari berbagai lembaga sosial. Beberapa di antaranya adalah lembaga pencinta alam Wanadri-Bandung, Mapala Universitas Indonesia, marinir, American Jeep Club, dan pengurus senat beberapa universitas. "Mengharukan. Ada mobil relawan yang sampai patah gardan karena berusaha menembus daerah banjir saat menyalurkan bantuan," kata Nurpud. Dengan perahu karet, mereka juga mengevakuasi penghuni rumah-rumah yang terkepung banjir.

Selain Jakarta News, radio lain yang juga menyelenggarakan program serupa adalah Radio Elshinta. Sebetulnya radio ini telah menjalankan aksi kemanusiaan sejak 1998 lalu. Ketika itu mereka tergerak membagikan sembako saat krisis ekonomi mulai melanda Indonesia. Seperti juga Jakarta News, radio ini juga bekerja sama dengan sejumlah kelompok sosial dalam menjalankan aksinya. Radio Trijaya memilih kerja bareng dengan Dompet Du'afa, lembaga bantuan kaum papa di koran Republika, mengumpulkan bantuan serupa

Tidak jelas berapa nilai nominal yang terkumpul melalui aksi spontan dan serabutan anggota masyarakat ini. Yang pasti, apa yang mereka kumpulkan bisa menjadi komplemen bantuan resmi pemerintah. Saat ini Departemen Sosial telah menyerahkan Rp 1 miliar plus 305 ton beras kepada Pemda DKI. Menurut Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, pihaknya telah menyiapkan Rp 25 miliar lagi sebagai dana cadangan. Pemda DKI sendiri telah menyebarkan 170 ribu paket nasi senilai Rp 850 juta. Selain itu, pemerintah juga telah membangun lebih dari 300 pos pengungsi, hampir 100 dapur umum, serta tujuh kontainer WC umum.

Jumlah itu tentu jauh dari cukup. Soalnya, jumlah pengungsi terus bertambah. Hingga Sabtu pekan lalu, pemerintah DKI mencatat ada 195 ribu orang yang mengungsi. Tak semuanya mendapat tempat berteduh yang baik. Ada yang terpaksa "menduduki" kawasan kuburan. Di kawasan Menteng, penduduk yang kehilangan tempat tinggal berteduh di emperan gedung atau tinggal sementara di bangunan yang belum jadi. Solidaritas ala warga Jakarta ini, seperti kata lagu, janganlah lekas berlalu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data