Kerugian Maskapai Penerbangan |
BANJIR yang menenggelamkan Jakarta pekan lalu rupanya juga melumpuhkan Bandar Udara Soekarno-Hatta di kawasan Cengkareng. Akibat hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang pekan lalu, sekitar 80 persen penerbangan reguler harus ditunda. Menurut Tom Syahril dari bagian humas PT Angkasa Pura II, penundaan itu dilakukan karena para kru pesawat dan penumpang terjebak banjir sehingga terlambat sampai di bandara.
Tom mengakui bahwa banjir di kawasan Cengkareng memang parah. Biasanya kemacetan akibat banjir hanya terjadi di kilometer 24-25 Jalan Tol Sedyatmo, tapi kali ini air menggenangi sebagian besar kawasan Cengkareng. Dalam kondisi seperti ini, waktu tempuh dari Jakarta ke bandara bisa mencapai tiga jam, padahal biasanya hanya sekitar 30 menit.
Menurut Wahyu Hidayat, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), akibat penundaan, bahkan pembatalan penerbangan, dipastikan beberapa maskapai penerbangan merugi. Tapi Wahyu, yang juga Direktur Utama Merpati Airlines, belum bisa memastikan angka kerugian yang diderita oleh Merpati ataupun maskapai lainnya. Namun, jika jam terbang sebuah pesawat (dengan 100 tempat duduk) dalam sehari berkurang satu jam saja, maskapai tersebut akan merugi sedikitnya Rp 40 juta. Padahal, jika cuaca memburuk, bisa saja penundaan itu mengurangi jam terbang sebuah pesawat dua hingga tiga jam seharinya. Wahyu memperkirakan kerugian total yang dialami oleh maskapai penerbangan yang mengalami penundaan atau pem-batalan itu mencapai ratusan juta rupiah.
|