Bertikai di Ambon, Berdamai di Malino |
Bisa jadi, melihat keberhasilan rekannya di Poso, kelompok Islam dan Kristen yang selama ini "ngotot" bertikai di Ambon sepakat membuka perundingan damai. Rabu pekan lalu, secara terpisah kedua pihak mengadakan pertemuan dengan tim mediator dari pemerintah di Makassar, Sulawesi Selatan. "Keduanya menunjukkan sikap positif," kata Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Kesra, salah satu mediator sekaligus pemrakarsa pertemuan itu.
Optimisme juga datang dari Daniel Sopamena, tokoh Kristen di Makassar. "Kendati tidak mewakili semua kelompok, saya punya keyakinan besar pertemuan itu akan membuahkan hasil bagi perdamaian di Maluku," katanya. Hal senada juga diungkap Haji Saleh Putuhena. Tokoh Islam Maluku di Makassar itu yakin karena kesepakatan mendasar, yakni keinginan menghentikan konflik, sudah dicapai.
Dari pihak Kristen, tercatat ada 15 orang, di antaranya Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Pendeta Broery Henderiks. Dengan jumlah yang sama, delegasi Islam juga mengadakan pertemuan dengan tim mediator pemerintah. Hadir di antaranya adalah Pjs Ketua Majelis Ulama Indonesia Ambon, Abubakar P. dan Thamrin Elly. Sedangkan yang hadir dari mediator pemerintah di antaranya adalah Gubernur Maluku Saleh Latuconsina dan Gubernur Sulawesi Selatan H.Z.B. Palaguna.
Rencananya, hasil pertemuan dua kubu dengan mediator dari pemerintah itu akan disosialisasi di Ambon. Selain itu, hasil diskusi tersebut juga akan menjadi bahan untuk melakukan perundingan puncak yang akan dilakukan di Malino, Kabupaten Gowa, Sul-Sel, pada 11-12 Februari mendatang.
Prasidono L., Johan Budi S.P., dan Tempo News Room
|