Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXX/28 Januari - 03 Februari 2002
   
Peristiwa

Sophan Sophiaan Mundur

POLITIK boleh kotor, tapi Sophan Sophiaan memilih tetap bersih. Putra tokoh PNI Manai Sophiaan ini akhirnya mundur dari parlemen. Sophan, yang saat ini masih berstatus anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan, mengaku tak tahan lagi menyaksikan langsung perilaku para politisi. Ulah mereka tak sesuai dengan panggilan hati bintang sinetron ini. "Saya merasa bukan politisi. Saya ndak bisa melakukannya," katanya Kamis pekan lalu.

Selama ini Sophan memang merasakan adanya pertikaian yang tak sehat di tubuh Fraksi PDIP, tapi ia enggan membeberkannya. Gara-gara tidak betah menghadapi suasana yang keruh, ia juga pernah mengajukan pengunduran diri dari MPR tapi di-tolak Ketua Umum PDIP Megawati.

Menurut sumber TEMPO, langkah Sophan kali ini dipicu oleh perbedaan pendapat di Fraksi PDIP di parlemen tentang rencana pembentukan Panitia Khusus Kasus Bulog II. Sophan termasuk kubu yang menyokong usul tersebut, tapi sejumlah politisi PDIP cenderung menentangnya. Adapun pimpinan Fraksi PDIP sampai sekarang belum memberikan arahan yang tegas.

Hanya, Sekjen PDIP Soetjipto membantahnya. "Kebetulan saja, pengunduran diri Pak Sophan itu bertepatan dengan pembahasan usul pembentukan Panitia Khusus Kasus Bulog II," katanya. Ia menegaskan, seperti tertulis dalam surat pengunduran dirinya, Sophan mundur karena alasan kesehatan.

I G.G. Maha Adi, Arif Kuswardono, Endah W.S.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data