Tim Penilai ala Laksamana |
INILAH cara baru proses pemilihan direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk menyeleksi para calonnya, Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi membentuk sebuah tim bernama "Tim Penilai Kemampuan dan Kepatutan". Selain dari pejabat Departemen Perhubungan dan Kementerian Negara BUMN, tim ini juga melibatkan kalangan Masyarakat Transportasi Indonesia dan LSM. Figur yang menjadi anggotanya antara lain Bambang Widjojanto, yang mewakili Indonesian Corruption Watch (ICW), dan Uni Lubis, mantan Pemimpin Redaksi Panji Masyarakat.
Tugas mereka adalah menyaring 24 calon yang disodorkan oleh pemerintah, sehingga di-dapat 12 nama yang dianggap layak. Nama pilihan tim penilai ini lalu dikembalikan ke pemerintah.
Hanya, proses seleksinya ternyata tak berjalan mulus. Setelah mendapat daftar 24 nama calon, Bambang Widjojanto menggeleng-gelengkan kepala. Ia tidak mengenal satu pun dari para calon itu. Kebanyakan mereka berasal dari PT KAI sendiri. Karena itulah, Bambang dan juga Uni Lubis mengusulkan agar ke-24 nama itu diumumkan dulu ke masyarakat. Tujuannya, agar publik bisa ikut menilai kemampuan dan kredibilitas mereka. Bahkan, menurut Bambang, Kamis pekan lalu, "Mereka juga harus membeberkan daftar kekayaannya."
I G.G. Maha Adi, Arif Kuswardono, Endah W.S.
|