Asuransi Pesawat Bengawan Solo |
Tidak semua kecelakaan harus diderita sendiri. Masih ada asuransi yang menanggung. Begitu pula dengan peristiwa jatuhnya pesawat Boing 737-300 milik Garuda Indonesia di Bengawan Solo, dua minggu lalu. "Garuda menerima pertanggungan asuransi sebesar US$ 20 juta," kata Vice President Safety Aviation PT Garuda Indonesia, Bobby Faisal, pekan lalu. Kerugian akibat kecelakaan itu sendiri belum dapat diumumkan karena proses pengangkutan pesawat dari lokasi kejadian belum selesai.
Asuransi sebesar itu tidak ditanggung sendirian oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Jasindo hanya menanggung 0,47 persennya. Sisanya, kata Edi Subekti, Direktur Utama Jasindo, ditanggung oleh perusahaan reasuransi di London International Market, yang di-koordinasi oleh tiga pihak, antara lain Aon Inc. dan Fair Pool.
Klaim kecelakaan pesawat itu bukan kali pertama yang ditanggung Jasindo. Pada 1997, Jasindo juga pernah menutup klaim kecelakaan Airbus 330 milik Garuda di Medan senilai US$ 15 juta. Selain Garuda, Jasindo juga dipercaya meng-cover armada penerbangan Merpati Airlines. Khusus dari Garuda saja, nilai klaim untuk kontrak 2001-2002 yang berakhir pada November 2002 mencapai US$ 27,6 juta untuk 54 unit pesawat dari berbagai jenis.
|