Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXX/28 Januari - 03 Februari 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Menunggak Listrik

Pemerintah memberi contoh buruk dalam soal membayar listrik. Sampai November tahun lalu, pemerintah menunggak pembayaran listrik sampai Rp 189 miliar. Jumlah ini memang lebih kecil dibandingkan dengan tunggakan masyarakat, yang mencapai Rp 313 miliar. Tapi, jika melihat pemerintah yang terus menaikkan tarif listrik setiap tiga bulan, tampak bahwa pemerintah sendiri tidak konsisten. Seharusnya pemerintah berada di garis terdepan untuk membayar listrik tepat waktu. Tapi, seperti dikatakan Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Graito Usodo, anggaran dari pemerintah tak pernah cukup. "Untuk operasional saja kurang, apalagi untuk listrik," katanya.

Memang, bagi PLN, tunggakan sebesar lebih dari Rp 500 miliar itu tak ada artinya. Dengan penjualan (sales) PLN setiap tahun yang mencapai Rp 25 triliun, tunggakan itu cuma dua persen. Masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata kredit macet bank-bank di Indonesia, yang berkisar 18 persen. Cuma, jika yang menunggak pemerintah, PLN tak bisa main keras seperti yang dilakukannya terhadap pelanggan umum. "Biasanya kami kasih tahu dulu, tidak langsung diputus," kata Direktur Keuangan PLN, Parno Isworo. Dan biasanya Departemen Keuangan akan membereskan tunggakan itu, meski terlambat. Meski begitu, kalau pemerintah kepingin rakyatnya patuh membayar kewajiban, pemerintah seharusnya memberi contoh lebih baik. Kalau memang dananya cekak, pemerintah mestinya juga memberi contoh cara mengirit listrik sehingga tak perlu menunggak terlalu lama.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data