|
|
| |
Edisi. 47/XXX/21 - 27 Januari 2002
|
| |
|
Daftar berita Laporan Khusus
|
|
Konglomerat Tak Pernah Kalah
Pemerintah gagal mengambil keputusan final tentang penyelesaian utang konglomerat. Konglomerat tetap di atas angin. Pemerintah masih berbaik hati, walau selama ini mereka terbukti tak beritikad baik untuk membereskan utangnya.
|
|
Penyelesaian Utang di Luar Pengadilan
|
|
Beginilah Kelakuan Para Pengutang
|
|
Mereka Tetap Kaya dan Jauh dari Penjara
Kendati utangnya berkeliling pinggang, para taipan masih saja hidup enak bergelimang kekayaan. Yang menetap di luar negeri pun masih menangguk keuntungan dari perusahaannya yang beroperasi di Indonesia dan telah dijaminkan ke BPPN. Dan Kwik benar, mereka memang tak mau bayar utang.
|
|
Simalakama Debitor Bandel
BPPN kewalahan menghadapi debitor bandel, lalu menawarkan perpanjangan utang. Jalur hukum dianggap kurang menjanjikan, karena yang terjaring hanya Bob Hasan.
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|