Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXX/21 - 27 Januari 2002
   
Daerah

Pertikaian Tiga Hari

UTANG darah mesti dibalas darah. Dan gara-gara itu, Kota Sidoarjo di Jawa Timur pun hampir saja membara. Senin pekan lalu, belasan warga etnis Madura dari Kelurahan Keputih yang bersenjatakan pelbagai senjata tajam dan pentungan menyerbu warga Desa Durungbedug, Kecamatan Candi. Tapi, polisi yang sudah bersiap-siap bisa mencegah pertumpahan darah itu.

Aksi ini merupakan buntut peristiwa dua hari sebelumnya. Sabtu dua pekan lalu, Nur Isman, 53 tahun, warga Durungbedug bersuku Jawa, dibantai oleh Nawachib dan Busri. Dua bersaudara dari etnis Madura ini merasa perlu membalas dendam atas kematian adik Nawachib, yang dibunuh oleh sekelompok pemuda sebulan sebelumnya. Rumor yang beredar, salah satu pembunuhnya adalah Soleh. Maka, pembalasan pun diarahkan ke ayah Soleh, Nur Isman.

Penduduk Durungbedug pun berang. Nawachib pun dicari. Karena tidak ditemukan, rumah tersangka dan keluarganya, yang juga di Durungbedug itu, dirusak. Para warga juga mengancam akan mengusir semua etnis Madura yang ada di Kecamatan Candi, tapi hal itu diredakan oleh polisi yang cepat datang ke lokasi tersebut. Delapan rumah serta barang berharga seperti mobil hancur. Enam tersangka perusakan bisa ditangkap polisi.

Menurut Kapolres Sidoarjo, Komisaris Besar Budi Susilo, Nawachib telah salah sasaran. "Soleh tidak terlibat pembunuhan," katanya. Mereka kini telah menangkap empat dari lima tersangka pembunuh adik Nawachib. Nawachib sendiri kini buron. Sedangkan Busri sudah menyerahkan diri ke polisi di Polsek Taman, Surabaya. "Saya tidak mengira akibatnya seperti ini," ujarnya pelan.

Hingga Jumat pekan lalu, polisi masih menyiagakan satuan Brimob untuk mencegah terjadinya pertikaian susulan.

Zed Abidien, Prasidono L., dan Tempo News Room


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data