|
POLONIA jelas bukan pelabuhan laut, tapi Senin pekan lalu bandar udara internasional Medan ini seperti bersaing dengan Pelabuhan Laut Belawan. Hujan deras yang mengguyur ibu kota Sumatra Utara itu sejak Minggu menyebabkan air menggenang dan menutupi landasan pacu sepanjang 1.600 meter. Genangan air bahkan mencapai depan apron (ruang pemberangkatan).
Sebanyak 28 penerbangan rute domestik dan internasional terpaksa dibatalkan. Akibatnya, ratusan calon penumpang, termasuk Ketua MPR Amien Rais dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, yang usai meninjau banjir di provinsi itu, tertahan di bandara. Jalur penerbangan baru dibuka kembali menjelang sore hari setelah pihak Perum Angkasa Pura II Polonia mengerahkan semua armada pemadam kebakaran bandara untuk menyedot air genangan.
Dua kali sudah selama sebulan ini bandara tersebut ditutup karena meluapnya Sungai Deli dan Babura. Selain menggenangi Polonia, banjir juga terjadi di sejumlah kawasan di Medan dan Kabupaten Deliserdang. Di beberapa tempat, air meluap hingga ketinggian tiga meter dan menyebabkan puluhan rumah hanyut serta sejumlah jembatan rusak. Berdasar laporan Satkorlak Bencana Alam Sumatra Utara, banjir juga mengakibatkan 10 orang tewas dan beberapa lainnya hilang.
Belum diketahui berapa kerugian akibat banjir tersebut. Yang jelas, Gubernur Sumatra Utara T. Rizal Nurdin, Wali Kota Medan, dan sejumlah pejabat pemda lainnya sudah menuai akibatnya. Sebanyak 400 kepala keluarga, melalui LBH Medan, akan mengajukan clash action kepada para pejabat itu dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 1 triliun karena dianggap tak merencanakan pembangunan yang layak. Rizal sendiri tak keberatan dengan rencana tuntutan itu. "Asal jangan dipolitisasi saja," katanya.
Zed Abidien, Prasidono L., dan Tempo News Room
|