Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXX/14 - 20 Januari 2002
   
Surat

Bus Lorena Menjengkelkan

SAYA penumpang bus Lorena ”super-eksekutif” dengan nomor polisi B-7046-XA jurusan Padang-Bogor, 1 Januari 2002. Ketika bertolak dari Padang pada pukul 11.00 WIB, bus dengan harga tiket Rp 343.500 itu berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, peristiwa sangat menjengkelkan terjadi saat kami tiba di Lubuklinggau, Sumatra Selatan, pada 21.35 WIB. Bus mengalami kerusakan yang tak jelas penyebabnya. Untuk mengatasi hambatan ini, kondektur menghubungi perwakilan Lorena Padang agar segera dikirimkan bus pengganti. Tapi, setelah ditunggu beberapa jam, tak ada tanda-tanda bus bakal muncul. Langkah berikutnya, kondektur mengontak Lorena Pekanbaru. Hasilnya, kami semua penumpang mendapatkan kabar bahwa bus akan dikirimkan secepatnya. Ternyata moto Lorena ”Sabar, Sopan, Senyum” tak terbukti. Awak bus tidak bisa membuktikan moto itu. Mereka justru menelantarkan kami seperti gembel. Kami sangat jengkel karena harus menunggu bus pengganti selama 27 jam—busnya pun jauh dari layak—sehingga terpaksa tidur di tempat-tempat seadanya.

Yang sangat kami sesalkan, selama kerusakan, kru bus sepertinya lepas tangan dan tidak memberikan penjelasan atau meminta maaf kepada kami. Mungkin penderitaan kami bisa berkurang seandainya sopir memberikan penjelasan sejujurnya, syukur-syukur meminta maaf. Kami memilih Lorena kelas ”super-eksekutif” dengan ongkos mahal, tapi yang kami dapatkan bukannya kenyamanan, melainkan penderitaan.

REFRINAL, S.H.
Bogor


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data