Zainuddin M.Z. Jalan Terus |
TEKAD Zainuddin M.Z. bulat sudah. Sebagai konsekuensi dari kegiatannya bersama fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan lainnya untuk mendeklarasikan partai baru, PPP Reformasi, dai ini mengundurkan diri dari anggota Majelis Syuro PPP.
Sementara itu, Ketua Umum PPP, Hamzah Haz, mencoba menyelesaikan polemik yang menyebabkan pecahnya partai berlambang Ka'bah itu: ia tidak bersedia dicalonkan kembali menjadi ketua umum partai. "Apakah itu dalam Muktamar 2002, 2003, atau 2004, saya tidak akan bersedia lagi," ujarnya usai mengikuti Silaturahmi Nasional Angkatan Muda Ka'bah (AMK), Sabtu di Jakarta.
Akar perpecahan di tubuh partai bermula dari hasil Mukernas II, yang merekomendasikan dimundurkannya muktamar PPP dari semula tahun 2003 menjadi 2004. Para deklarator PPP Reformasi mencurigai pemunduran jadwal itu karena Hamzah ingin mempertahankan status quo sebagai ketua umum. Dalam pidatonya pada hari lahir PPP 5 Januari lalu, Hamzah makin menekankan muktamar tetap dilakukan tahun 2004.
Hamzah tampaknya menginginkan kisruh ini tak berkepanjangan. Melalui Ketua DPW PPP Yogyakarta, Fauzi A.R., kabarnya ia menawarkan rapat pimpinan nasional. Namun, di lain pihak, sejumlah ulama dan cendekiawan meminta agar Hamzah bersikap tegas dengan mengeluarkan para "pembelot" dari partai. Sementara itu, sejumlah pengurus Jakarta meminta agar Hamzah dan Zainuddin bersatu kembali.
Permintaan itu tak ditanggapi kubu Zainuddin. Zainal Maaris, juru bicara Zainuddin yang juga mantan Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, menegaskan soal pedamaian (islah) sebenarnya sudah mereka gadang-gadang sejak Oktober 2001, tapi tak ditanggapi pihak Hamzah Haz. Mereka malah dicemooh dengan menyebutkan tak ada istilah islah.
Leanika Tanjung, Tempo News Room
|