Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXX/14 - 20 Januari 2002
   
Nasional

Siapa Ketua Umum PKB Kuningan?

Kursi jabatan selalu menarik diperebutkan. Hal itu pula yang sekarang terjadi di tubuh PKB kubu Alwi Shihab—yang juga lazim disebut dengan PKB Kuningan. Menjelang muktamar luar biasa (MLB) mereka di Yogyakarta, 17-19 Januari, sejumlah kandidat yang siap menggantikan posisi Matori Abdul Djalil—Ketua Umum DPP PKB yang terdepak—muncul. Nama itu, antara lain, Alwi Shihab, Moh. A.S. Hikam, Mahfud Md., Marzuki Usman, Ali Masykur Musa, dan Saefullah Yusuf. "Siapa pun boleh mencalonkan. Monggo saja, yang penting ia sadar tentang siapa dirinya," ujar Ketua DPP PKB, Khofifah Indar Parawansa.

Meski begitu, bukan berarti semua orang bisa melenggang masuk ke bursa pencalonan. Mereka mesti memenuhi sejumlah syarat agar partai yang dideklarasikan oleh Abdurahman Wahid itu bisa tetap eksis. Syarat itu, menurut Amin Said Husni, Wakil Sekjen PKB, setiap calon dituntut bisa menyelesaikan persoalan internal partai, bisa melakukan komunikasi politik, mampu melakukan konsolidasi menjelang Pemilu 2004, dan memiliki hubungan yang baik dengan NU serta para kiai. Syarat lain: calon harus anggota PKB.

Berdasarkan syarat itu, Alwi jelas masuk nominasi. DPW PKB Jawa Timur—kantong massa terbesar PKB—berada di barisan depan yang memberikan dukungan kepada bekas Menteri Luar Negeri itu. Seabrek pertimbangan disodorkan: Alwi dinilai sudah berpengalaman, teruji, mempunyai pendirian yang kuat, dan kemampuan lobinya bagus. Apalagi dalam Muktamar PKB di Surabaya tahun 2000, nama Alwi, yang sekarang menjabat Pjs. Ketua Umum DPP PKB, juga sempat muncul. Dengan begitu, wajar kalau K.H. Iskandar, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jawa Timur, lebih memilih Alwi daripada jago-jago lain.

Tapi nama Saefullah Yusuf juga bukan tanpa dukungan. Keponakan Gus Dur yang sudah resmi mengundurkan diri dari PDI Perjuangan dan bergabung ke PKB ini disebut-sebut punya kans yang sangat besar untuk menduduki kursi Ketua Umum PKB. Apalagi, selaku Ketua GP Ansor, ia memiliki akar yang kuat ke bawah. Tak sedikit orang Ansor di daerah yang bercokol di kepengurusan wilayah, cabang, dan ranting PKB. Sebab itu, upaya untuk mendulang suara dalam pemilihan nanti mungkin tak terlalu susah.

Menurut catatan Aksar Anshori, Ketua Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor NTB, dari 30 PW Ansor yang hadir dalam pertemuan di kantor GP Ansor Pusat pekan lalu, ada 15 PW Ansor yang siap menyukseskan pencalonan Saefullah sebagai Ketua Umum PKB. Nah, bila sikap mereka tak berubah hingga MLB nanti, jelas ini menjadi modal awal yang sangat menguntungkan bagi Saefullah—yang disebut Aksar kebagian menggarap pengurus Ansor di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Alasannya, itu tadi, orang Ansor sangat banyak yang merangkap sebagai pengurus wilayah dan cabang PKB. Bisa dibilang, "Elemen badan otonom NU yang paling mendominasi PKB, ya, Ansor," katanya.

Selain kedua nama itu, calon yang lain memang tak bisa dianggap sepele. Bagaimanapun, jika namanya sempat muncul, sekecil apa pun, itu berarti sudah ada dukungan. Tinggal memainkan dukungan itu di muktamar.

Dwi Wiyana, Tempo News Room


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Hasil Penyisihan Piala Dunia Afrika - 07 Sep 2008 | 10:16 WIB
Lippi Salahkan Kondisi Pemain - 07 Sep 2008 | 10:07 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Amerika Selatan - 07 Sep 2008 | 10:06 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Asia - 07 Sep 2008 | 10:00 WIB
AirAsia X Tidak Terganggu Harga Minyak - 07 Sep 2008 | 09:55 WIB
Podolski Membuktikan Diri - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Eropa - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Makanan Pasar di Balikpapan Memakai Pewarna Tekstil - 07 Sep 2008 | 09:25 WIB
Danamon Cairkan Rp 3,2 Triliun Kredit Masyarakat Kalimantan - 07 Sep 2008 | 09:14 WIB
Portugal Optimistis Kalahkan Denmark - 07 Sep 2008 | 09:11 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data