Tahun Baru, Pemain Baru Saat tahun berganti, klub-klub raksasa Eropa pun berburu pemain baru. |
DI DEPAN gawang, Andrew Cole adalah penyerang oportunistis yang pintar membaca situasi. Ia lincah menempatkan dirinya untuk menyantap umpan matang yang dilepaskan teman-temannya. Hasilnya, tak jarang dalam satu sentuhan si kulit bundar pun menerpa jaring gawang lawan.
Nah, di luar lapangan, ternyata si keling asal Inggris ini juga pintar baca situasi. Sadar karirnya sudah mentok gara-gara kedatangan pemain Belanda, Ruud van Nistelrooy, di Manchester United, ia pun segera mengambil keputusan penting: hengkang dari Old Trafford. Harapannya, di klub barunya, Blackburn Rovers, karirnya bisa mengkilap kembali. Dengan begitu, Sven Goran Erikson, pelatih St. George Cross, tim nasional Inggris, melihat kecemerlangannya, lalu memasukkannya dalam skuad inti Piala Dunia 2002.
Bagi Blackburn Rovers sendiri, Andy, yang dibeli dengan harga 10 juta pound, merupakan jalan pintas untuk membangun barisan depannya. ”Sebab, hingga saat ini kami belum mampu membangun kekuatan di depan gawang,” kata Manajer Blackburn, Graeme Sounes.
Tahun baru memang selalu menyiratkan harapan baru. Seperti halnya Cole, para pengurus klub pun menyambut pergantian tahun dengan melakukan aksi bersih-bersih, menambal kekurangan mereka selama setengah musim kompetisi lalu.
Bagi Manchester United sendiri, penjualan Andy Cole ini praktis menambah pundi-pundinya untuk terus membeli pemain barunya, terutama untuk bagian belakang, yang masih kedodoran setelah pemain pilar mereka, Jaap Stam, kabur ke Lazio, Italia, pada awal musim lalu. Dengan melego Andy—sekitar 10 juta poundsterling—berarti mereka tinggal menambahi 5 juta poundsterling untuk mendapatkan Igor Tudor, pemain palang pintu Juventus asal Kroasia.
Manchester United (MU) tidak hanya menambal bagian belakangnya yang rawan—hanya mengandalkan Lauren Blanc yang digerogoti usia. Di luar dugaan, ”Setan Merah” juga ternyata membenahi bagian depannya, yang sudah cukup solid. Alex Ferguson memutuskan membeli striker West Ham, Paolo Di Canio, dengan harga 3,5 juta poundsterling.
Harga yang mahal, memang. Pasalnya, pemain kelahiran Roma ini bukan lagi pemain muda. Usianya sudah mencapai 33 tahun. Rencananya, Ferguson akan menyulap Di Canio menjadi pengganti Eric Cantona. Peran ini memang sangat vital untuk mengembalikan MU pada kekuatan semula.
Lain lagi dengan Seri A Italia. Pasar pembelian pemain, yang dibuka kembali selepas tahun baru ini, diramaikan oleh aksi pembelian yang dilakukan ”Bianconeri” Juventus. Melihat barisan depannya yang kurang mumpuni untuk dipasangkan dengan David Trezeguet, Lippi memutuskan membeli penyerang Udinese, Roberto Muzzi. Penyerang yang ada sekarang, seperti Amoruso dan Zalayeta, dianggap kurang memiliki kelas untuk tampil di Piala Champions.
Cukup? Ternyata belum. Si Nyonya Besar ini juga mengincar penyerang asal Perugia, Zisis Vyrzas. Cuma, mereka harus berhadapan dengan klub besar lainnya, AC Milan, yang juga punya minat menggamit Vyrzas. Tapi, bila gagal, Milan telah menyiapkan pemain pengganti, yakni Romario Faria, yang akan dibelinya dari Flamengo dengan harga 500 ribu euro untuk bermain selama setengah musim.
Klub kaya lainnya, Inter Milan, justru kelebihan pemain penyerang, terutama setelah Ronaldo pulih dari cedera. Milan terpaksa melepas striker mereka, Adriano, yang belakangan kurang bertaji dibandingkan dengan Mohammed Kallon. Toh Adriano, pemain asal Brasil itu, tak perlu cemas. Pemain berusia 19 tahun ini berani menolak Fiorentina dan memilih Udinese, yang baru saja kehilangan penyerangnya, Roberto Muzzi.
Meskipun demikian, pembelian pemain pada pergantian tahun ini memang sempit. Perang pembelian pemain sesungguhnya akan terjadi bertepatan dengan saat kompetisi di berbagai negeri usai. Namun, setidaknya, perburuan pemain dalam masa yang sebentar ini akan men-jadi semacam pemanasan sebelum masa puncak perburuan di pertengahan tahun kelak.
Satu di antaranya adalah perburuan playmaker River Plate, Andres D’Allesandro. Pemain yang baru berusia 21 tahun itu kini sudah jadi rebutan klub-klub papan atas seperti Barcelona, Manchester United, dan Juventus. Tak tanggung-tanggung, Allesandro dibanderoli harga sekitar US$ 21 juta.
Tiga klub itu memang berambisi membeli pemain ini. Di Barcelona, Allesandro akan dipasangkan dengan dua pemain Argentina lainnya, Saviola dan Riquelme. Meniru ke-hebatan AC Milan dengan Trio Belanda-nya pada akhir 1980-an, tiga pemain muda ini diharapkan akan menjadikan Barcelona lebih ber-tenaga. Sedangkan MU sendiri, menurut Alex Ferguson, yang bakal mundur Mei mendatang, akan memasangnya sebagai pengolah bola yang bisa meningkatkan ketajaman Ruud van Nistelrooy.
Irfan Budiman
|