Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXIIIIIIII/14 - 20 Juni 1999
   
Surat

Arogansi Jaksa Agung

Masalah Jaksa Agung Andi Ghalib, yang diduga menerima sejumlah uang suap dari konglomerat, yang diungkap oleh Indonesian Corruption Watch (ICW), sungguh sangat menyakitkan hati rakyat. Sangat ironis, seorang pejabat yang diharapkan dapat membongkar KKN mantan presiden Soeharto serta para koruptor lainnya malah diduga melakukan korupsi atau menerima suap dari pihak yang diperiksa.

Apa pun alasan dan bantahan yang dikemukakan Andi Ghalib, seharusnya dugaan korupsi atau suap itu ditanggapi secara cermat dan dengan sikap seorang pejabat yang bijaksana dan sanggup menahan diri, bukan dengan sikap arogan, emosional, apalagi sampai membawa-bawa adat kedaerahan (siri) dan sentimen etnis segala.

Kalau memang Jaksa Agung akan menyelesaikan masalah ini secara hukum melalui pengadilan, kenapa mesti mengatakan ada konspirasi di belakang kejadian tersebut untuk menjatuhkan serta mencemarkan nama baiknya? Bukankah pengadilan belum menjatuhkan vonis apakah Jaksa Agung bersalah atau tidak?

Apakah Jaksa Agung ingin meniru Ketua DPA A.A. Baramuli, yang pernyataannya banyak menimbulkan polemik, dengan membentuk isu etnis dan kedaerahan untuk politik?

EDI KOESNADI

Jalan Narogong Asri Raya BB-3/5, RT 6/2,

Pengasingan, Bekasi Timur 17115


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data