Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXIIIIIIII/14 - 20 Juni 1999
   
Monitor

Mereka Puas dengan Hasil Pemilu

Pemilu dianggap responden berjalan jujur dan adil. Tak mengherankan bila mereka menyebut Indonesia yang lebih baik akan terwujud.

WARNA merah total yang merajai jalan-jalan di Ibu Kota selama kampanye lalu bukanlah tipuan. Itu benar-benar menggambarkan kekuatan besar PDI Perjuangan. Dari hasil penghitungan suara, PDI Perjuangan, yang diperkirakan akan menjadi pemenang dalam pemilihan umum kali ini, memperoleh suara yang jauh mengungguli partai lainnya. Memang, hasil ini belum final. Namun, dilihat dari pergerakan perolehan suara dari waktu ke waktu, partai pimpinan Megawati ini secara konstan berhasil mempertahankan jarak yang cukup lebar dengan pesaingnya. Jadi, bila tidak ada sesuatu yang ajaib terjadi, kemenangan PDI Perjuangan tampaknya tinggal menunggu pengesahan.

Namun, seberapa besar peluang terjadinya keajaiban yang bisa menggagalkan kemenangan PDI Perjuangan? Bila kita merujuk hasil jajak pendapat TEMPO, peluang tersebut tampaknya tak besar. Masalahnya, mayoritas responden menganggap pemilu kali ini berlangsung dengan jurdil alias jujur dan adil. Jumlah responden yang ragu-ragu memang hampir separuh dari responden yang menganggap jurdil, tapi jumlah responden yang tegas menyebut pemilu kali ini tidak jurdil sangatlah minim.

Sikap responden ini cukup beralasan. Mengapa? Bila ditilik dari besarnya persentase partai-partai yang dipilih responden, lantas dibandingkan dengan perolehan suara partai-partai tersebut di Jakarta (tempat tinggal responden), terlihat jelas kesesuaian dua data tersebut. Urutan tiga besar partai politik pemenang pemilu ini juga?dengan persentase yang tak berbeda jauh?yang tampil dalam jajak pendapat yang diadakan TEMPO beberapa hari sebelum pemilu (lihat Tempo Edisi 7-13 Juni 1999). Tampaknya, inilah alasan utama mengapa responden bersikap positif terhadap hasil sementara pemilu. Bila yang memimpin perolehan suara adalah Golkar, boleh jadi sikap responden akan berbeda.

Namun, suara yang ragu-ragu terhadap pelaksanaan pemilu juga tidak bisa dianggap sedikit. Hampir sepertiga responden bersikap seperti ini. Boleh jadi penyulut utamanya adalah perolehan suara Golkar yang lumayan tinggi. Hampir separuh responden menyebut Golkar masih main curang dengan mengandalkan politik main uang. Tudingan ini tentu bukan tanpa dasar. Sebab, responden mungkin menyimak berita-berita tentang kecurangan yang dilakukan (oknum) kader Golkar di beberapa daerah. Namun, responden yang lain juga tidak menutup mata bahwa jaringan Golkar yang sudah terbangun kuat selama berpuluh tahun membuat Partai Beringin ini masih berkuku.

Sikap ragu-ragu atas hasil pemilu ini boleh jadi juga dilambari kerisian mereka atas kampanye negatif yang ditujukan pada PDI Perjuangan, menjelang hari pencoblosan, dengan mempermasalahkan komposisi calon anggota legislatif partai tersebut yang didominasi kader nonmuslim. Meskipun begitu, serangan yang disertai manipulasi data ini tak cukup ampuh untuk mempengaruhi sikap pemilih. Artinya, PDI Perjuangan tetap dicoblos pendukungnya.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat simpatisan PDI Perjuangan setia sehingga partai mereka bisa unggul? Di mata responden, Megawatilah faktor utama penghela suara. Menurut mereka, Megawati memang dicintai rakyat. Bagaimana dengan programnya? Ternyata tak banyak responden yang menyebut hal ini sebagai pemikat suara pemilih.

Hasil akhir penghitungan suara memang baru akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Namun, bila kita asumsikan pergerakan suara normal, tampaknya pemerintahan baru akan segera terwujud. Apalagi bila tiga partai besar, yakni PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional, tetap sepakat membentuk barisan membendung Golkar. Menangnya partai-partai reformis inilah yang membuat responden menyebut hasil pemilu kali ini memberikan harapan terwujudnya Indonesia yang lebih baik. Namun, karena lagi-lagi hasil ini belum final, sebaiknya kita semua waspada. Siapa tahu ada "siluman" yang bisa memanfaatkan adanya keterlambatan penghitungan untuk diubah menjadi keuntungan bagi pihaknya.

Yusi A. Pareanom




INFO GRAFIS
Apakah hasil pemilu ini bisa memberikan harapan Indonesia yang lebih baik?
Ya65%
Tidak1%
Ragu-ragu33%
 
Partai apa yang Anda pilih dalam Pemilu 1999 ini?
PDI Perjuangan30%
Partai Amanat Nasional13%
Partai Persatuan Pembangunan12%
Partai Kebangkitan Bangsa4%
Partai Golkar3%
Lain-lain5%
Tidak memilih3%
Tidak mau menyebutkan30%
 
Bagaimana penilaian Anda terhadap keunggulan se- mentara PDI Perjuangan?
Bukti kecintaan rakyat terhadap Megawati39%
Bukti kemenangan suara arus bawah28%
Bukti program PDI Perjuangan memang meyakinkan18%
Tidak tahu14%
 
Apakah Anda menilai pelaksanaan pemilu kali ini jujur dan adil?
Ya66%
Tidak4%
Ragu-ragu30%
 
Apakah imbauan untuk tidak memilih PDI Perjuangan karena komposisi calegnya mayoritas nonmuslim berpengaruh terhadap sikap pemilih?
Ya26%
Tidak50%
Ragu-ragu23%
 
Mengapa Golkar masih mendapat suara cukup tinggi?
Golkar main politik uang41%
Jaringan Golkar memang sudah kuat28%
Orang tidak yakin dengan partai-partai baru7%
Orang ingin mendapatkan rasa aman seperti pada masa Orde Baru5%
Tidak tahu19%
 



Metodologi jajak pendapat ini:

Penelitian ini dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 506 responden di lima wilayah DKI pada 9-10 Juni 1999. Dengan jumlah responden tersebut, tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) diperkirakan 5 persen.

Penarikan sampel dilakukan dengan metode random bertingkat (multistages sampling) dengan unit kelurahan, RT, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan kombinasi antara wawancara tatap muka dan melalui telepon.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data