Penjelasan Majalah 'Orbit' |
KAMI berterima kasih atas artikel mengenai majalah Orbit di TEMPO edisi 11-17 Mei 1999, halaman 56, berjudul Ketika Anak-Anak Harus Memilih. Selanjutnya, perkenankan kami memberikan beberapa penjelasan.
- Sebagai sebuah terbitan baru, kami menyadari adanya kekurangan pada edisi-edisi awal, khususnya desain dan mutu cetak.
- Majalah Orbit kami terbitkan berdasar kenyataan tidak adanya majalah untuk anak-anak praremaja, usia 10-11 tahun sampai 13-14 tahun (karena itu, tidak tepat jika Orbit dibandingkan dengan INA, yang sepengetahuan kami diperuntukkan bagi anak-anak berusia lebih muda).
- Mengingat segmen demografis yang menjadi sasaran kami tersebut, mestinya dapat dipahami jika kami merancang majalah Orbit dengan menawarkan semacam laporan utama dalam setiap terbitan kami. Upaya ini sekaligus dimaksudkan untuk mencoba memperkenalkan semacam majalah berita anak, yang mencoba memperlakukan anak sebagai konsumen yang membutuhkan informasi yang cukup mendalam---meski tetap dikemas secara populer sesuai selera mereka.
- Mengenai "terpilihnya" Habibie sebagai orang Indonesia yang bisa disebut jenius dalam pengumpulan pendapat yang dilakukan oleh Orbit, rasanya redaktur TEMPO bersikap kelewat serius. Sudah agak lazim di kalangan awam, termasuk anak-anak, bahwa Habibie dianggap sebagai orang jenius. Mengaitkan tulisan di sebuah majalah anak-anak dengan soal-soal politik kiranya kelewat serius.
RUDI HARAHAP
Redaktur Pelaksana Orbit
|