Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXIIIIIIII/31 Mei - 06 Juni 1999
   
Investigasi

"Kepala Saya Disetrum"

PADA 2 Desember 1990, saya dibawa ke Kantor Pusat Artha Graha di dekat Jalan Gajah Mada, Jakarta. Saya dipaksa menyerahkan empat bidang tanah sebagai jaminan, selama Lody belum tertangkap. Saat itu Lody melarikan diri ke Hong Kong. Saya lalu minta bantuan Interpol. Lody tertangkap dan divonis tujuh tahun penjara. Pada 8 Desember saya meminta kembali surat tanah saya. Tapi dia menolak untuk mengembalikannya. Kami ribut besar.


Atas perintah Tommy, Komandan Detasemen Intel Letkol Widayat membawa saya ke markasnya di Kramat V (ketika dikonfirmasi TEMPO, petugas di tempat ini mengaku bahwa sejak Soeharto mundur sudah tak ada kegiatan apa pun di kantor itu. Petugas ini juga tak tahu menahu tentang orang bernama Letkol Widayat, Red.). Saya disekap selama 17 hari dan diperlakukan amat tidak manusiawi. Ditelanjangi, disuruh berdiri dengan satu kaki, dan kepala saya disetrum. Tengah malam, 21 Desember, mendadak saya dikeluarkan. Terus saya dibawa ke kantor Lili Sumantri di Jalan Ceylon No. 9, Jakarta Pusat. Saya lalu dipaksa menandatangani akta jual beli fiktif PT Kranggan kepada Tommy.


Saya sudah mengadu ke mana-mana, tapi saat itu posisi Tommy sangat kuat. Selain dengan Edi Sudrajat, ia juga dekat dengan Keluarga Cendana. Saya mendengar langsung dari seorang petugas reserse polisi yang menyidik kasus itu. Tommy membentaknya, "Di sini nggak ada hukum."


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data