Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXIIIIIIII/31 Mei - 06 Juni 1999
   
Inovasi

Televisi bagi Wasit

Masih ingat aksi Diego Maradona di Piala Dunia 1986? Pemain sepak bola Argentina itu ''tanpa sengaja" memasukkan bola ke gawang Inggris dengan tangan kiri yang mengepal di dekat telinga. Karena terhalang kepala, wasit melihat kulit bundar itu memantul akibat sundulan bintang negeri Latin tersebut. Gol yang dibuatnya pun dianggap sah. Bagi yang menyaksikan pertandingan itu melalui televisi, kejadian itu dikenang sebagai legenda yang buruk akibat keterbatasan mata wasit.

Kini, Scanz, perusahaan asal California, mengupayakan agar kejadian semacam itu tak ada lagi dengan merekayasa televisi sebesar bungkus rokok yang bisa dikantongi wasit. Bila ada pemain yang berselisih pendapat dan wasit tak yakin dengan apa yang dilihatnya, ia bisa melihat ''siaran" ulang melalui layar liquid crystal display (LCD) berdiameter 4 inci. Televisi mungil ini, seperti dilaporkan The Sunday Times, dua pekan silam, mampu merekam kejadian selama 30 menit terakhir, yang dapat ''diputar ulang". Gambar itu bisa diperoleh karena adanya kamera-kamera yang terpatri di setiap sudut lapangan.

Sebagai tahap awal, televisi mungil itu akan dicobakan pada pertandingan sepak bola dan bisbol di Kanada dan Amerika, serta didemonstrasikan kepada FIFA, induk organisasi sepak bola dunia.


Gen Penyebab Infeksi


Telur setengah matang bagi sebagian orang mungkin terasa lebih enak daripada telur matang. Malah, sebagai jamu, telur sering ditelan mentah-mentah begitu saja. Padahal, makanan enak atau yang dianggap lebih sehat seperti itu salah-salah bisa meracuni tubuh, dari yang ringan hingga berat. Ini disebabkan oleh bakteri Salmonella, yang biasa terdapat dalam telur atau daging unggas, yang tidak mati akibat proses pemasakan yang tidak sempurna.

Berterimakasihlah kepada para peneliti dari University of California, Santa Barbara, California, Amerika Serikat. Dengan penemuan mereka, bakal bisa dibuat vaksin dan antibiotik yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan yang selama ini dipergunakan. Penemuan itu juga membuka jalan bagi pembuatan obat untuk melawan bakteri penyebab penyakit kolera, pes, dan bakteri Shigella penyebab disentri.

Associated Press awal Mei silam melaporkan, setelah mencari selama lima tahun, para peneliti berhasil menemukan gen yang disebut DAM, yang sangat berperan dalam infeksi. Gen ini dalam piring percobaan terlihat tenang, tapi akan menimbulkan penyakit bila sudah berada di dalam tubuh manusia atau hewan. Bakteri-bakteri patogen memang seperti Kuda Troya, yang menyimpan senjata dan baru beraksi setelah berada di dalam tubuh ''musuh"-nya.

Gen DAM ini ibarat gen kunci yang membuka gen-gen lain untuk memulai proses infeksi. Para peneliti, menggunakan Salmonella, kemudian ''mengunci" DAM, yang ternyata membuat proses infeksi tidak terjadi pada tikus percobaan. Bakteri patogen lainnya ternyata juga bisa dibuat tidak berdaya dengan cara menghambat gen DAM. Karena itu, para ahli mikrobiologi menganggap temuan ini sebagai terobosan penting. Bila diteruskan, bukan hanya manusia terlindung dari infeksi bakteri, tapi juga kelak akan ditemukan kelas antibiotika dan tipe vaksin baru. Hasil yang sangat ditunggu-tunggu, mengingat banyak antibiotik yang sudah resistan.


Setelah Viagra, Ada Uprima

Setelah ada Viagra, ada satu lagi obat oral untuk impotensi. Namanya Uprima, buatan TAP Pharmaceuticals—kerja sama antara Takeda Chemical Industry dari Jepang dan Abott Laboratories. Bila tak ada aral, seperti yang ditulis ABCNews pada awal Mei, pertengahan tahun ini Uprima atau Apomorphine akan diajukan ke Food and Drug Administration (FDA), Amerika, untuk dimintakan izin.

Uprima adalah satu tipe baru obat impotensi. Cara kerjanya dengan membantu pengiriman impuls listrik dari hypothalamus dalam otak, melalui urat syaraf tulang belakang, untuk meningkatkan aliran darah ke penis. Ini berbeda dengan Viagra atau Sildenafil, yang meningkatkan nitrit oksida—bahan kimiawi dalam tubuh yang melebarkan pembuluh darah—sehingga aliran darah ke penis makin banyak. Uprima sebenarnya juga memengaruhi nitrit oksida, tapi bahan kimiawi itu diserap dan dibawa ke otak. Di otak, sebagaimana neurotransmitter, nitrit oksida membuat satu rantai reaksi dalam tubuh yang menghasilkan peningkatan aliran darah dan ereksi.

Apomorphine, yang lazim digunakan untuk terapi penyakit parkinson, telah diujikan kepada 1.500 pasien, dan seluruhnya merasa ''puas". Dari 520 pasien yang menggunakan pil berdosis 2 miligram, ternyata cuma 44 persen yang merasa tertolong. Pada dosis 6 miligram, pasien yang tertolong lebih banyak lagi, hingga 61 persen responden.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data