|
Setelah majalah Time menurunkan laporan soal harta Soeharto, kasus kekayaan mantan orang nomor satu di Indonesia selama 32 tahun ini kembali "menghangat". Pihak Kejaksaan Agung, yang pernah menyatakan bahwa Pak Harto tak punya rekening di luar negeri, kembali giat memburu kebenaran laporan Time. Bahkan, Jaksa Agung Andi Ghalib dan Menteri Kehakiman Muladi bakal memburunya hingga ke Swiss dan Austria?untuk kasus transfer uang sejumlah US$ 9 miliar ke Austria?segera setelah menerima surat kuasa dari Soeharto.
Apakah misi Ghalib-Muladi ini berhasil? Entah, banyak yang meragukan. Yang jelas, lebih dari 90 persen pengakses jajak pendapat Indikator mempercayai kesahihan laporan Time. Ini berarti para pengakses percaya, Soeharto?beserta keluarga?memang memiliki kekayaan yang diperoleh secara tidak sah dan ditaruh di luar negeri.
Dari 2.443 pengakses, hanya 146 orang (6,0 persen) yang tidak percaya kebenaran laporan Time, dan sisanya (3,7 persen), meski ikut berpartisipasi, mengaku tidak tahu. Walaupun sebagian besar percaya ada harta Soeharto di luar negeri, sebagaimana ditulis Time, toh jajak pendapat ini tak bisa "seratus persen dipercaya". Ada unsur main-mainnya, sebagaimana setiap jajak pendapat lewat internet, karena data para pengakses tidak bisa diperoleh secara pasti. Namun, hasil "main-main" ini tidak terlalu jauh dengan opini yang ada di masyarakat. Jadi, sekarang kita tunggu bersama-sama hasil pembuktian Kejaksaan Agung untuk soal yang satu ini.
Apakah Anda percaya keabsahan laporan Time soal harta Soeharto? (21-28 Mei 1999)| Ya | 90,3% | 2.206 | | Tidak | 6,0% | 146 | | Tidak tahu | 3,7% | 91 | | Total ..................................... : | 100% | 2.443 |
|---|
|
Jajak Pendapat Pekan Depan:
Untuk pekan depan, rubrik ini akan melanjutkan kasus yang sama, menyangkut keberangkatan Andi Ghalib dan Muladi ke Austria dan Swiss guna memeriksa kebenaran laporan Time. Apakah Anda percaya misi ini akan berhasil dan menemukan harta Soeharto itu? Anda bisa menyatakan pendapat dengan menjawab "ya", "tidak", atau "tidak tahu", di http://www.tempo.co.id. Selamat mengikuti.
|