Berjemur di pagi hari untuk mendapatkan vitamin D ternyata tak hanya perlu bagi bayi. Para wanita yang sudah menopause pun memerlukannya. Vitamin D buat wanita menopause berguna untuk mencegah patah tulang pinggul. Menurut Journal of the American Medical Association edisi akhir April lalu, seperti dikutip CNN, wanita yang telah memasuki masa menopause banyak yang mengalami patah tulang pinggul akibat kekurangan vitamin D.
Kesimpulan ini diambil setelah meneliti 30 wanita yang sudah menopause yang mengalami patah tulang dan berobat ke Rumah Sakit Wanita Brigham, Boston, Amerika Serikat, sepanjang 1995-1998. Mereka dibandingan dengan 68 wanita yang tidak mengalami patah tulang. Para wanita yang patah tulang umumnya kekurangan vitamin D yang sangat signifikan. Padahal, vitamin ini membantu menyerap kalsium, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.
Karena itu, untuk mencegah patah tulang, wanita dianjurkan memenuhi kebutuhan vitamin D dengan berjemur atau mendapatkannya dari makanan maupun vitamin suplemen. Vitamin D bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti susu sapi, kuning telur, margarin, hati ayam dan ikan salmon, keju, udang, youghurt, atau es krim. Cara lainnya adalah berjemur di bawah sinar matahari selama 10?15 menit, minimal tiga kali dalam sepekan.
Telur memang mengundang protein. Tapi kolesterol yang terdapat di dalamnya membuat sebagian orang ''ngeri" melahap telur. Jadi, apakah telur harus dihapus sama sekali dari daftar menu? Tidak juga. Sebutir telur sehari ternyata baik untuk kesehatan. Lebih dari itu, menurut studi yang dilakukan Dr. Frank Hu, peneliti dari National Institutes of Health, AS, memang memicu risiko terkena penyakit jantung dan stroke?terutama bagi penderita diabetes.
Hu meneliti 80 ribu wanita sehat yang bersekolah di Sekolah Perawat dan Rumah Sakit Harvard. Sepanjang 1980-1994, diketahui bahwa hanya 939 wanita yang terserang penyakit jantung dan 563 terserang stroke. Sedangkan dari 37 ribu pria yang bersekolah di Sekolah Kesehatan Harvard (1986-1994) diketahui hanya 866 yang menderita penyakit jantung dan 258 yang terserang stroke.
''Pada orang yang sehat tak ada perbedaan berarti antara menyantap sebutir telur dalam seminggu dan satu telur dalam sehari," kata Hu kepada Journal of the American Medical Association, seperti dikutip Associated Press pertengah April lalu.
Menuliskan berbagai kisah yang mengganggu pikiran ternyata bisa meredam stres. Bila dilakukan oleh penderita asma atau penyakit tulang, menulis unek-unek juga bisa membuat rasa sakit berkurang. David Spiegel, peneliti dari State University of New York, Amerika Serikat, telah membuktikannya dan mengungkapkannya dalam Journal of the American Medical Association.
Riset dilakukan Spiegel terhadap 112 responden yang dibagi dalam dua kelompok. Yang pertama diminta menulis berbagai hal yang mengganggu pikiran, sedangkan kelompok kedua diminta menuliskan kegiatan sehari-hari. Kedua kelompok itu melakukan tugasnya dalam waktu 20 menit sepanjang tiga hari berturut-turut. Empat bulan kemudian diketahui bahwa perubahan baik dialami 47,1 persen responden yang tergabung dalam kelompok pertama dan 24,3 persen pada kelompok kedua. Pada akhir penelitian, ternyata cuma 4,3 persen responden dari kelompok pertama yang kondisinya memburuk. Ini berbeda dengan kelompok kedua, karena 21,6 persen respondennya mengalami kondisi yang memburuk.