Membaca Hasil Jajak Pendapat Banyak pihak melakukan jajak pendapat mengenai pemilu. Hasilnya bisa berbeda-beda, dan itu wajar-wajar saja. |
Jangan bingung membaca hasil jajak pendapat yang kini dilakukan berbagai pihak, termasuk media massa. Tak terkecuali majalah ini. Kalau hasilnya berbeda padahal obyeknya sama, itu biasa. Misalnya jajak pendapat tentang presiden yang layak dipilih masyarakat untuk menggantikan Presiden Habibie sekarang ini. Media yang satu menghasilkan Megawati di urutan teratas, media lainnya menempatkan Amien Rais di puncak.
Kebenaran jajak pendapat tidak pernah mutlak. Umur ''kebenaran" itu pun bisa lebih pendek. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Masalah lokasi, sampel yang digunakan, dan yang tak kalah pentingnya adalah situasi sesaat pada saat jajak pendapat itu dilakukan. Pada hakikatnya melakukan jajak pendapat adalah mengukur sebuah denyut nadi masyarakat di suatu tempat dan suatu saat.
Karena itu, mengikuti jajak pendapat di sekitar pemilu ini menjadi menarik. Penyebabnya, selain inilah pemilu yang hasilnya belum bisa ditebak?pemilu pada masa Orde Baru hasilnya sudah ketahuan jauh sebelum dilaksanakan?denyut nadi masyarakat bisa berubah-ubah dalam jangka waktu yang relatif pendek. Jajak pendapat yang dilakukan sebelum masa kampanye dan pada saat kampanye, hasilnya bisa berbeda
Majalah ini memuat hasil jajak pendapat di sekitar pemilu, yang dilaksanakan jauh sebelum masa kampanye. Bisa dibaca mulai halaman 18. Pada peringkat partai, lima besar berturut-turut adalah PDI Perjuangan, PAN, Golkar, PKB, dan PK. Mengenai presiden pilihan responden, lima besar berturut-turut adalah Amien Rais (PAN), Megawati (PDI Perjuangan), Sri Sultan (Partai Golkar), B.J. Habibie (Partai Golkar), dan tokoh independen Nurcholish Madjid. Apakah hasil ini akan bertahan, setidaknya urutannya sama, jika jajak pendapat serupa diulangi pada masa kampanye ini? Bisa jadi berubah.
Contoh perubahan yang terlihat jelas?karena dilakukan rutin setiap minggu?adalah jajak pendapat di Tempo Interaktif (http://www.tempo.co.id). Untuk ''Presiden Pilihan Anda", Amien Rais sempat memimpin selama 13 minggu dan selalu dikuntit oleh Megawati Soekarnoputri. Urutan ini sama dengan hasil jajak pendapat yang sekarang dimuat di majalah ini. Tapi, apa yang terjadi minggu ini? Suara untuk Amien Rais merosot sehingga Megawati menempati urutan pertama?seperti juga hasil jajak pendapat di sebuah media cetak lainnya.
Memang, jajak pendapat di internet lebih ''kedodoran" daripada jajak pendapat yang memakai metode langsung menemui respondennya. Pengakses internet kemungkinan bermain-mainnya lebih besar. Namun, kalau faktor bermain-main itu kita lupakan?sebagaimana analisis seorang penggemar jajak pendapat di Tempo Interaktif?kemerosotan suara untuk Amien Rais karena ''rekeningnya berkurang" ketika tampil bersama dengan Jaksa Agung Andi Ghalib dalam acara Jakarta Laywers Club. Di situ Amien kehilangan ''kegarangannya".
Jadi, hasil jajak pendapat itu penting untuk melihat opini masyarakat, tapi perlu dianalisis untuk melahirkan keputusan yang tepat.
|