GURITA BISNIS DELAPAN PENJURU ANGIN Luas dan menjarem. Bisnis putra-putri Soeharto merajalela di banyak sektor, serta merambah semua pelosok negeri, bahkan penuru dunia. Akankah mereka begitu "sukses" jika ayahnya tidak berkuasa di negeri ini selama 30 tahun lebih tanpa tandingan? |
Singapura:
Bambang Tri (Osprey Maritim, First Dynasty Mines, Indochina Goldfields, Royal Peacock Hotel, Continental Grain Pte. Ltd., Datawise Computer, Indometal International Marketing, Van der Horst, VDH Engineering Services, United Pulp & Paper, ABR Holdings, Houston Well Screen Company, Meng Fatt Fabricators Pte dan Singapore Technologies Shipbuilding & Engineering); Titiek Prabowo (Trans Petroleum, Tirtamas Comexindo); Tommy Soeharto (Humpuss Sea Transport Pte. Ltd, Perta Oil Marketing Co, Connexions Sempati Air); Ari Sigit (Tropical Oil Products Brokerage, Goldtron Ltd); Sigit Harjojudanto (Fendi Wood Pte Ltd, Perta Oil Marketing Co).
Afrika Selatan:
Siti Hediati Haryadi alias Titiek Prabowo dan iparnya, Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo, suatu perusahaan imbal beli di Johannesburg).
Madagaskar:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo).
Sudan:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo, imbal beli kopi dan hasil rajutan di Khartum).
Mesir:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo).
Yaman:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadi kusumo (Tirtamas Comexindo).
Yordania:
Siti Hediati Haryadi (Tirtamas Madjutama Group). Uzbekistan:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo, suatu perusahaan imbal beli kapas, tenunan, dan besi baja).
Turkmenistan:
Siti Hediati Haryadi dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo, menukar kapas dan besi baja dengan teh hitam dan kelapa sawit dari Indonesia).
Kazakstan:
Bambang Trihatmodjo, Johannes Kotjo, Wan Azmi Hamzah (Malaysia), dan Robert Friedland (Kanada), bisnis tambang emas di Almaty. Titiek Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo).
India:
Bambang Trihatmodjo, bisnis pakan ternak (Japfa Comfeed Company), bersama Johannes Kotjo, bisnis permesinan dan metal working (Zeta Group); Titiek Prabowo dan kelompok Tirtamas Madjutama bikin perusahaan imbal-beli.
Belanda:
Tutut, Titiek, dan Mamiek (Citra Marga Finance) berhasil menarik pinjaman US$ 175 juta dari penerbitan floating rate notes di bursa Amsterdam; Soeharto menikmati keuntungan sebagai komisaris Surya Damai Industri Finance Co. BV dengan jumlah saham 2,5 persen; Bambang Tri (Bimantara, Ometraco, Japfa Comfeed Netherland, VDH International dan Hardchroom).
Jerman:
Soeharto menikmati keuntungan saham 2,8% di anak-anak perusahaan Grup Surya Damai (FPDSavills, Deutsche Hydrierwerke, dan TEC GmbH) serta Bambang Tri menikmati keuntungan lewat anak perusahaan Zeta Group (Insulindo GmbH, Sofaco GmbH, dan Mindo Resources).
Spanyol:
Titiek Prabowo dan Hashim (Empresa Nacional Adaro S.A).
Swiss:
Sigit Harjojudanto (rumah di perbukitan sekitar Danau Jenewa, sekarang ditempati Seto Harjojudanto, anak keduanya yang menderita polio).
Rusia:
Titiek Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Comexindo di Moskow).
Inggris:
Soeharto (saham tidak langsung di maskapai asuransi TRB Limited); Tutut (apartemen di 16 Hyde Park Square), Mayfair, London W2); Sigit Harjojudanto (rumah mewah Winington Road, East Finchley, London N2); Ilsye Sigit (rumah di 89 Winington Road, East Finchley/Hampstead); Bambang Tri (Osprey Maritime, Mindo, Lewis & Peat Rubber Ltd); Titiek Prabowo (apartemen di 38 Upper Grosvenor Road Mayfair); Tommy Soeharto (Onslow Developments Ltd. dan properti di Mill Ride Estate, Ascot, Berks SL5 8LT).
Amerika Utara:
Titiek Prabowo (PT Adaro Indonesia di Bradenton, Florida); Sigit Harjojudanto (kondominium di Beverly Park, Beverly Hills, Los Angeles); Bambang Tri (dua rumah mewah di Beverly Hills, perusahaan telekomunikasi Sattel Technology, Van der Horst USA Inc, Houston Well Screen, Reynolds Metal Co, Space Imaging); Titiek Prabowo dan Hashim (Niaga Finance); Tommy Soeharto (Vector Aeromotive Corporation, kondominium di Beverly Hills).
Kepulauan Cayman, Karibia: Tommy Soeharto (PT Mahasarana Buana/Mabua dan PT Mabua Detroit Diesel).
Pulau Bermuda: Tommy Soeharto (PT Megatech Heavy Industries).
KepulauanBahama:
Tommy Soeharto (Vector Aeromotive Corp California).
Kepulauan Virgin: Titiek Prabowo, Tito Sulistiadi, Harry Tanusudibyo, dan Jopie Widjaja (Duncanmill Holding Inc).
Kanada:
Bambang Tri dan Johannes Kotjo (Indochina Goldfields Ltd); Titiek dan Hashim Djojohadikusumo (Triton Vuko Energy Group Ltd dan Tirtamas Comexindo).
Thailand:
Bambang Tri (pakan ternak Japfa Comfeed Company).
Kamboja:
Titiek Prabowo dan Jopie Widjaja (Micro-Panin).
Vietnam:
Soeharto (saham tak langsung di Vietindo Daihatsu Automotive Corp dan Astra Petronas) dan Titiek Prabowo (Tirtamas Comexindo).
Filipina:
Soeharto (laba tak langsung di Citra Metro Manila Tollways, Philippine Fire & Marine Insurance Corp);Tutut (Citra Metro Manila Tollways); Bambang Tri (satelit dan kabel laut, kilang minyak Nonoc, Osprey Maritime Ltd.
Hong Kong:
Bambang Tri (Indometal International Marketing Ltd, Siemene International Ltd, Sallion Company Ltd. Panca Holding, Mindo Commodity, Mindo Petroleum); Tommy Soeharto (Perta Oil Marketing Ltd, Arya Agencies), Titiek Prabowo (Niaga Finance); Sigit Harjojudanto (Panca Holding, Celandine Ltd, Plywood Indah Co, Panelindo, Pacific Eastern Petroleum); Ari Sigit (Goldtron Holdings).
Malaysia:
Bambang Tri (Van de Horst, Infrastructure Development International, Hospital Pantai, Stenta Films Sdn. Bhd, Japfa Comfeed) Ari Sigit (Goldtron Sdn. Bhd).
Myanmar:
Soeharto (saham tak langsung di Myanmar Astra Chinte Motor, Myanmar Astra Graphia); Tutut (kontrak jalan tol); Bambang Tri (Japfa Comfeed Company); Tommy (PT Rante Mario); Titiek Prabowo (Myanmar Cement Company, Tirtamas Comexindo).
Sumber: George Junus Aditjondro
Isi Kocek Keluarga Cendana
Ada sejumlah versi yang pernah diungkap beberapa tokoh dan media massa tentang besar kekuasaan keluarga Cendana (dalam bentuk rekening, properti, pemilikan saham perusahaan, dan aset lainnya).
| Versi | Jumlah (Rupiah) | Time (1999) Forbes (1998) Laksamana Sukardi (1997) Asian Wall Street Journal (1997) Christianto Wibisono (1998) George J. Aditjondro (1999) Kejaksaan Agung (1998) | 120 triliun 128 triliun 320 triliun 320 triliun 200 triliun 200 triliun 21 miliar |
|