Berapa Kekayaanmu, Jenderal |
MENEBAK jumlah kekayaan bekas presiden Soeharto mungkin sama sulitnya dengan menghitung rambut di kepala. Sampai sekarang tak ada yang benar-benar menebak dengan tepat.
Walaupun demikian, ada juga yang berhasil mengendus betapa kekayaan klan Soeharto ternyata terserak dari ujung Amerika hingga Afrika, dari Uzbekistan sampai Hong Kong, baik berupa properti maupun pelbagai jenis bisnis. George Junus Aditjondro, misalnya, dosen Sosiologi Korupsi University of Newcastle (Australia) dan bekas wartawan TEMPO, adalah orang yang paling rajin menelisik jejak-jejak bisnis Soeharto. Ia bahkan berhasil memetakan di mana saja gerangan markasnya berada. Hasilnya adalah sebuah gurita harta yang menyebar di delapan penjuru angin.
Peta berikut hanya menunjukkan bisnis yang dijalankan oleh keluarga inti Soeharto saja (anak kandung) dan tidak mengikutsertakan bisnis yang dijalankan para kroninya, seperti Sudwikatmono, Ibnu Hartomo, Probosutejo, Bob Hasan, dan Liem Sioe Liong.
Majalah Time juga berhasil mengurai kekayaan Soeharto menurut kategori sektor bisnis yang dirambah oleh Soeharto dan keluarga batihnya, seperti yang tampak pada sebuah tabel di bawah ini. Dari situ terlihat total kekayaan yang berhasil mereka koleksi dari setidaknya 18 sektor bisnis, selama 30 tahun lebih pemerintahannya.
Di luar urusan bisnis, keluarga yang tinggal di Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta Pusat, ini juga diketahui mengoleksi tanah di seluruh Indonesia. Majalah TEMPO pernah memuat data itu Desember tahun lalu dan sedikit berbeda dengan yang diungkap Time. Versi TEMPO, total tanah keluarga Soeharto seluas 4.093.038 hektare. Sedangkan versi Time sekitar 3 juta hektare. Sedangkan tanah atas nama Soeharto di Jakarta, versi TEMPO 101.904 hektare, versi Time 100 ribu hektare.
Menurut Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hasan Basri Durin, seluruh tanah itu dikuasai oleh keluarga Cendana atas nama pribadi dan badan hukum atau perusahaan, serta bersertifikat hak guna bangunan dan hak milik.
Wicaksono
|