|
SETELAH pemerintah mengeluarkan opsi untuk Tim-Tim, Ketua Umum PDI Perjuangan langsung menyatakan keberatannya kalau Tim-Tim dipisahkan dari Indonesia. Sayangnya, ketika Xanana Gusmao mengecam keras pernyataan tersebut, Megawati ?diam-diam? saja.
Anehnya, pada saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer, Megawati berjanji akan merelakan Tim-Tim merdeka jika dia terpilih menjadi presiden, seperti dikutip sebuah harian di Surabaya, 10 Maret 1999.
Terlepas dari tepat tidaknya pendirian Megawati, sebenarnya amat sangat disayangkan, sebagai calon presiden, Megawati berubah pikiran ?hanya? karena bertemu dengan menteri Australia. Sementara itu, Theo Syafei, salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan, tetap tidak setuju pelepasan Tim-Tim dari Indonesia. Lalu, apa bedanya dengan sikap pemerintah yang selalu tidak konsisten itu?
Dalam sisa waktu yang singkat menjelang sidang umum MPR ini, alangkah baiknya kalau Megawati melakukan introspeksi, agar bisa tampil lebih berbobot di waktu yang akan datang. Adalah tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden ke-2 dan ke-3 negeri ini ikut berjasa melambungkan popularitas Megawati saat ini. Perlakuan tidak adil telah menjadikan Megawati sebagai simbol korban ketidakadilan penguasa, yang mengundang simpati besar kalangan masyarakat, yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Megawati.
Megawati seharusnya waspada dan tidak keasyikan dengan simbol tersebut. Lihatlah nasib Sri Bintang Pamungkas dan Mukhtar Pakpahan, yang pernah menyandang simbol yang sama dengan popularitas yang tinggi semasa Orde Baru. Begitu pemerintahan yang sekarang membebaskan mereka berdua, simpati besar masyarakat langsung menurun, dan terpuruklah popularitas mereka.
Sudah saatnya Mega berbicara mengenai pemikirannya yang konkret dan konseptual, untuk mengangkat bangsa ini dari kondisi yang terpuruk dan mengantarkannya memasuki abad ke-21. Lama-kelamaan masyarakat akan bosan mendengar pernyataannya yang itu-itu saja: mengkritik presiden dan pemerintah tanpa memberikan alternatif yang konkret.
Muzani Noor
Jalan Bratang Binangun 3/29
RT 007/008, Gubeng
Surabaya 60284
|