|
Pemerintah tampaknya suka berubah pikiran, hampir di semua bidang. Dalam soal merger bank-bank BUMN, misalnya, pemerintah punya banyak skenario, baik untuk Bank Mandiri maupun tiga bank sisanya. Bank Tabungan Negara (BTN), misalnya, tadinya dilamar Bank BNI untuk jadi anak perusahaan. Ketika jadwal sudah diatur, aspek legalnya telah disiapkan, "Eh, tanpa jelas alasannya, rencana akuisisi itu tiba-tiba tak jadi," kata seorang petinggi BTN.
Dalam nota kesepakatan yang baru, nama BTN juga disebut-sebut. Kali ini, BTN akan digandeng BRI. Namun, menurut petinggi BTN tadi, merger itu sebaiknya dibatalkan. Soalnya, kedua bank punya keahlian berbeda: BTN dalam pembiayaan perumahan, sedangkan BRI pada pembiayaan proyek kecil.
Direktur Riset SocGen Global Sequrities, Lin Che Wei, menilai opsi merger kedua bank ini diusulkan pemerintah. Soalnya, biaya yang diperlukan untuk merekap kedua bank ini satu per satu sangat besar. Ia yakin, kalaupun harus kawin atau akuisisi, BTN akan lebih cocok dengan BNI ketimbang BRI.
Tapi, entahlah, ya. Barangkali kesepakatan ini juga masih akan berubah?.
|