|
PROF. Dr. Sjafri Sairin, M.A. dikukuhkan menjadi guru besar antropolgi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu, 22 Mei 1999. Lelaki kelahiran Padangluar, Bukittinggi, 54 tahun silam ini menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul "Mobilitas Sosial dan Beban Kultural: Tinjauan Antropologis Fenomena KKN di Indonesia" di depan civitas akademika UGM.
Lulus dari Fakultas Sastra Jurusan Antropologi UGM, Sairin melanjutkan pendidikan di Australian National University, Australia, dan meraih gelar MA tahun 1981. Kemudian ia mendapatkan PhD tahun 1987 dari Cornell University, Amerika Serikat.
Selain mengajar di almamaternya, ia menjadi staf peneliti di P3K UGM, PAU Studi Sosial UGM . Di luar itu, ia menjadi anggota Forum Konsultasi Pembinaan Kesejahteraan Terasing Departemen Sosial, anggota Tim Pakar Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional.
JABATAN Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) diserahterimakan dari Mayjen Suprijadi A.R. kepada Mayjen Hamami Nata di Semarang, Selasa, 18 Mei 1999. Selanjutnya, Suprijadi akan menempati pos barunya sebagai Asisten Logistik Mabes Polri.
Kapolri Jenderal Roesmanhadi, selaku inspektur upacara serah terima jabatan itu, mengatakan bahwa tugas dan fungsi kepolisian bukan sebagai beking partai, melainkan menjadi pengamanan swakarsa yang bertugas mengantisipasi kemungkinan bentrok antarmassa partai. Kapolri juga meminta agar kurikulum Akpol, yang selama ini mengacu ke sistem pendidikan ABRI, dibenahi.
Hamami Nata adalah bekas Kapolda Metro Jaya yang sempat di-non-job-kan karena kerusuhan Mei tahun silam. Memiliki karir cemerlang, mantan aktivis Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia ini pernah menjadi ajudan bekas presiden Soeharto.
|