Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIIII/23 - 29 Maret 1999
   
Surat

Penjelasan Dahlan Iskan Soal ’Amanat’


SAYA memang ditemui wartawan Adil, sambil lalu, kira-kira satu menit di depan toilet kantor saya. Tapi dia sama sekali tidak bertanya soal Amanat, sehingga saya kaget ketika ditulis oleh Adil bahwa saya membenarkan Amanat dijual (TEMPO, 15 Maret 1999).

Saya tidak marah. Sebab, teman-teman di bawah naungan Jawa Pos juga menerbitkan beberapa tabloid. Kalau saya marah atas pelintiran itu, saya khawatir ada orang yang menohok saya dengan kalimat begini: ”Ah, wartawan sampean kan juga pernah berbuat seperti itu!”

Dahlan Iskan

Graha Pena Jawa Pos

Jalan A. Yani 88

Surabaya


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data