SAYA mengikuti perkembangan di Tanah Air dari beberapa majalah--meskipun datangnya terlambat--serta media elektronik yang disiarkan oleh TV SBS di Sydney, Australia.
Berita-berita yang muncul sangat seru, sehingga saya kadang-kadang menitikkan air mata. Saya sering diledek oleh teman-teman dari negara-negara lain. Mengapa di Indonesia ada perang saudara?.
Tapi, saya bangga terhadap gerakan mahasiswa di Indonesia. Mereka sangat gigih memperjuangkan nasib orang banyak. Saya menepuk dada melihat perjuangan mereka yang gagah berani dan berisiko tinggi dengan mengkritik pemerintah melalui wakil-wakil kita di parlemen.
Sikap itu menunjukkan kemajuan masyarakat kita. Apalagi, kondisi pers kita kini kian bebas. Tetapi, saya mengingatkan, pergunakanlah kebebasan itu dengan cara berkata benar dan jujur, jangan asal bunyi.
E.S.
8/4 Garrong, Rd
Lakemba NSW. 2195
Sydney, Australia