Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIIII/23 - 29 Maret 1999
   
Surat

Etnis Tionghoa


SETELAH membaca artikel TEMPO, Nomor 22, edisi 15 Februari 1999 dan surat pembacanya F.X. Wibisono di TEMPO Nomor 23, edisi 22 Februari 1999, izinkanlah saya ikut bersuara.

Artikel itu menggugah ingatan saya bahwa sesungguhnya perbedaan etnis (khususnya Tionghoa) di Indonesia bukanlah perbedaan kepribadian mereka. Bahkan itu menunjukkan bahwa pembangunan karakter golongan Tionghoa kadang lebih baik dan maju. Saya mengharapkan bahwa cara pandang yang salah terhadap golongan Tionghoa semakin pudar karena itu tidak bermanfaat.

Artikel itu menghadirkan wakil golongan Tionghoa dalam warnanya masing-masing. Ada tokoh pembauran, orang LSM, ekonom, dan politkus. Semua itu menunjukkan bahwa faktor SARA di Indonesia dapat dijembatani dengan cara yang baik.

DRS. AHMADI SUDARDJATMAN

Alamat lengkap ada di redaksi


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data