PEMILIHAN UMUM adalah jembatan awal pelimpahan rasa percaya rakyat kepada wakil-wakilnya di parlemen tanpa peduli nama-nama besar atau kecil dengan harapan agar suara mereka tersalurkan.
Namun, pemilu pada zaman Orde Baru adalah pesta rekaan Golkar yang tampak nyata dengan slogan "Mayoritas Tunggal"-nya. Pada zamannya, juru kampanye Golkar bahkan tidak segan-segan mengatakan "Seandainya di TPS tertentu Golkar menang 100 persen, Rp 500 ribu tunai diberikan, dan kami siap membantu mengaspal jalan".
Sekarang, dengan runtuhnya Orde Baru, semoga rakyat Indonesia punya keberanian menolak gaya juru kampanye Golkar seperti di atas. Mari kita siapkan hati kita untuk menerima apa pun putusan hasil pemilu mendatang dengan lapang dada, karena itu merupakan proses terbaik bagi kita semua.
AWAN SETYO WAHONO
201-Kopo Shiratori, 255-51 Kuinose
Wakayamashi 641-0001
Japan