Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIIII/23 - 29 Maret 1999
   
Selingan

Dari Ladang Buah ke Pabrik Cip

Berawal dari modal US$ 500, Lembah Silikon sukses memanen miliaran dolar setiap tahun.

SANTA Clara County sebenarnya adalah sebuah tempat yang indah di Semenanjung San Francisco, California. Kawasan ini berbatasan dengan Teluk San Francisco di timur, pegunungan Santa Cruz di barat, dan Pantai Range di tenggara.

Pada awal abad ke-20, ketika buah aprikot dan ceri masih gampang ditemui, kawasan ini sempat mendapat julukan "Lembah Idaman Hati". Setiap musim semi, warna putih dan merah dedaunan selalu menghiasi tanah yang terletak 45 mil di tenggara San Fransisco ini. Dalam setahun, pada 1950-an, panen buah-buahan itu menghasilkan setidaknya US$ 65 juta dan membuat Lembah Santa Clara sebagai daerah berkembang terbesar kesepuluh di Amerika Serikat.

Siapa sangka, kawasan yang panjangnya 45 mil dan lebar 10 mil tersebut, kini tak lagi menghasilkan buah-buahan. Sebagai gantinya, daerah itu menjadi penghasil barang-barang semikonduktor, cip dari silikon, dan berubah nama menjadi Lembah Silikon.

Salah satu momen penting yang patut dicatat dalam lembaran sejarah lembah ini terjadi pada 1909 ketika Presiden Stanford University, David Starr Jordan, menyumbangkan US$ 500 dalam bentuk modal ventura untuk proyek tabung hampa yang diciptakan oleh Lee deForrest. Berkat modal itu, deForrest berhasil memulai suatu jenis usaha berbasis teknologi dan sejak itu pula hubungan unik antara seorang jenius, pemodal, dan Lembah Santa Clara berlanjut hingga sekarang.

Namun, satu nama yang tak boleh dilupakan adalah Frederick Emmons Terman dari Department of Electrical Engineering, Stanford University. Terman bahkan disebut-sebut sebagai Bapak Lembah Silikon, karena berkat ke

peloporan dan usahanyalah lembah ini berkembang seperti sekarang.

Usaha insinyur listrik itu bermula pada 1930-an. Waktu itu, Terman sangat masygul melihat kenyataan bahwa banyak insinyur lulusan Stanford terpaksa merantau ke Pantai Timur hanya untuk berburu kerja, khususnya di bidang rekayasa radio. Rasa gundah itu mendorongnya bertekad untuk membangun perusahaan berbasis teknologi radio sendiri. Ternyata dia berhasil mendorong murid-muridnya untuk bekerja di perusahaan lokal dan memulai usaha sendiri, ketimbang pergi ke timur dan bekerja di perusahaan yang sudah mapan. Di antara muridnya yang pertama direkrut adalah William Hewlett dan David Packard, yang kelak mendirikan perusahaan komputer Hewlett-Packard.

Nama Fred Terman kemudian menjelma menjadi semacam legenda. Koran-koran dan buku-buku terbitan masa kini bahkan selalu menyebut perannya tak ubahnya seperti mitos. Padahal, sejatinya Terman tak pernah meminjamkan sepeser pun uangnya kepada Hewlett dan Packard untuk mengawali usaha.

Sepanjang 1950-an, perusahaan elektronik pun mulai bertumbuhan. General Electric dan Sylvania, misalnya, bergabung dengan Westinghouse Electric dan Ford Philco mendirikan pabrik di Palo Alto dan Mountain View. Di kota-kota yang jauh di selatan, di San Jose, tempat IBM membangun pusat risetnya, beberapa perusahaan juga mulai berakar dan berkembang. Dengan berdirinya kawasan industri Stanford pada pertengahan 1950, karakter Lembah Silikon sebagai sebuah pusat konglomerasi pun mulai terbentuk.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Robert Shockley membuka Shockley Transistor Laboratories di kawasan Palo Alto. Dialah yang memopulerkan silika dan germanium—dua bahan mineral paling umum di bumi ini—sebagai bahan semikonduktor. Shockley memilih germanium. Sementara itu, para insinyur lain, seperti Gordon Moore, C. Sheldon Roberts, Eugene Kleiner, Victor Grinich, Julius Blank, Jean Hoerni, dan Jay Last, lebih memilih silikon sebagai bahan semikonduktor. Akibatnya, mereka pun sepakat meninggalkan Shockley pada 1957.

Bersama Robert Noyce, para alumni Shockley yang didukung Fairchild Camera and Instrument di Long Island, New York, mendirikan Fairchild Semiconductor di Mountain View, pada 1958. Di bawah pimpinan Robert Noyce, Fairchild menjelma jadi perusahaan yang sukses menciptakan cip silikon—belakangan disebut integrated circuit (IC).

Setelah sepuluh tahun bergabung, Gordon Moore dan Robert Noyce pun meninggalkan Fairchild. Mereka kemudian mendirikan Intel dengan bantuan seorang pengusaha modal ventura, Arthur Rock. Sejak itu, bermunculanlah perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi, seperti Sun Microsystems, AMD, Adobe, Netscape, juga Apple yang memadati lembah yang tak menghasilkan buah-buahan itu lagi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data