Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIIII/23 - 29 Maret 1999
   
Kesehatan

Mengenal Gejala Bulimia


Selama ini berlaku anggapan bahwa penyakit bulimia, yang kebanyakan menyerang kaum wanita, disebabkan keinginan si penderita untuk selalu tampil cantik dan langsing. Namun, penelitian terakhir yang dilakukan Katherine A. Smith dari University of Oxford, Inggris, yang dimuat dalam American Medical Association's Archives of General Psychiatry edisi Februari lalu, menyebutkan keinginan memuntahkan makanan pada sebagian orang lebih disebabkan kekurangan satu asam amino bernama tryptophan. Akibatnya, tubuh gagal membentuk serotonin, senyawa kimia di otak yang mengatur selera makan.

Kesimpulan semacam ini rupanya belum jadi pegangan para ahli. "Gangguan sistem saraf yang mengatur pola makan terjadi karena masalah kejiwaan," ujar Prof. Dr. Dadang Hawari, guru besar psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada Dwi Arjanto dari TEMPO. Apa pun penyebabnya, para ahli sepakat bahwa bulimia ini termasuk penyakit yang berbahaya. Masalahnya, penderita bulimia bisa menderita kekurangan gizi yang serius. Penderitaan akan berlanjut ke tahap anoreksia, menolak makan, sehingga tubuh kurus kering mirip jerangkong. "Kondisi ini membahayakan jiwa karena tubuh yang lemah membuat segala penyakit gampang masuk," kata Dr. Rachmat Sugih, pakar gizi di FKUI.

Karena itu, sebelum menjadi gawat, bulimia harus dikenali sejak dini, Bagaimana mengenali bulimia? Ada dua jenis petunjuk yang bisa dipakai. Pertama, yang berkaitan dengan masalah kejiwaan. Bulimia biasanya diawali dengan perasaan rendah diri karena menganggap terlalu gemuk, tak bisa memenuhi harapan orang lain, tak memiliki motivasi yang cukup, bingung di tengah orang banyak, atau?yang sedikit ganjil?seperti merasa bersalah karena bisa makan, sementara banyak orang di dunia yang menderita.

Kedua adalah petunjuk yang berkaitan dengan tubuh. Penderita akan sering mengalami sakit kepala karena tekanan darah menjadi rendah dan otak kekurangan suplai oksigen. Selain itu, penderita merasa selalu kedinginan karena terkurasnya lemak tubuh dan lambatnya metabolisme. Penderita gampang lelah sehingga selalu terlihat pucat. Keseimbangan hormon pun terganggu sehingga muncul rambut di wajah.

Mengingat problem mendasar dalam kasus bulimia dan anoreksia adalah penyangkalan penderita bahwa mereka sedang sakit, orang-orang terdekatlah yang bertugas mengingatkan penderita dalam mengenali dan mewaspai bulimia.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data