|
PENGANTAR redaksi TEMPO tahun 1971 sungguh indah. Ketika pengantar itu muncul di iklan menjelang kelahiran kembali TEMPO, saya langsung bertekad melanggannya kembali. Tapi, ketika tiga nomor lewat, ternyata TEMPO memantapkan jurnalisme baru yang memihak. Sasaranya: Habibie, yang secara tidak adil dianggap pernah menguburnya (lihat buku putih TEMPO).
Saya setuju tak seluruh rakyat memilih Habibie. Tapi janganlah dipotret kesalahannya saja. Kalau ia Soehartois 100 persen, bagaimana mungkin ia bisa membebaskan lawan politiknya, membebaskan pers, memungkinkan pendirian 150 partai, tidak memberangus Ali Sadikin, dan sebagainya.
Usep Fathudin
Jalan Pancoran Barat IVA No.16
Jakarta 12780
|