BEBERAPA sahabat Prabowo melakukan pembelaan atas tudingan Presiden Habibie berkaitan dengan peristiwa sebelum 22 Mei 1998 lalu. Bisa dimengerti bila sahabat Prabowo kecewa terhadap Habibie, yang dinilai (mungkin) memfitnah sahabat yang mereka cintai.
Menurut saya, para sahabat Prabowo kurang cermat menilai Habibie karena seolah-olah hanya melampiaskan kekecewaannya ke Habibie. Padahal, informasi adanya pengepungan di sekitar Istana dan kediaman Habibie bersumber dari Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal Wiranto.
Belakangan Wiranto mengakui bahwa tindakan Prabowo sekadar mengonsolidasi pasukan, bukan melakukan pengepungan. Berarti Habibie telah mendapat pasokan informasi yang tidak akurat. Anehnya, informasi ini berasal dari pihak yang paling berkompeten, yaitu Wiranto.
Seharusnya, jika para sahabat Prabowo cermat, sasaran diarahkan juga ke Wiranto karena informasi dari Wirantolah yang membuat Habibie menduga adanya pasukan liar. Kalau informasi adanya pasukan liar yang bersumber dari Wiranto itu ternyata tidak benar, sepatutnya Habibie memecat Wiranto sebagai menteri dan Panglima ABRI.
Albert Karmawi
Jalan Gunung Sahari II/5
Jakarta 10610