Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXIIIIIII/02 - 8 Maret 1999
   
Indikator

Percakapan itu Benar Terjadi

Jaksa Agung Andi M. Ghalib agaknya perlu meminta maaf karena terburu-buru menyebutkan bahwa pembicaraan telepon antara dirinya dan Presiden B.J. Habibie yang rekamannya beredar ke mana-mana itu tidak benar. Ini kalau hasil jajak pendapat mingguan Tempo Interaktif bisa dijadikan rujukan.

Ada 2.591 pengisi jajak pendapat di Tempo Interaktif yang ditayangkan sejak Sabtu sore, 20 Februari, dan ditutup Sabtu, 27 Februari, pukul 10.00 WIB, ini. Dari sejumlah itu, 2.196 (84,8 persen) percaya bahwa rekaman itu benar-benar terjadi, bukan direkayasa atau dibuat-buat. Hanya 173 (6,7 persen) pengakses yang tidak mempercayai kebenaran percakapan itu. Sedangkan sisanya, 222 (8,6 persen), tidak mau berkomentar alias tidak tahu--walau tetap mengakses jajak pendapat ini.

Peserta jajak pendapat mingguan di Tempo Interaktif ini semakin bertambah dari hari ke hari. Memang, ini bukanlah jajak pendapat yang ilmiah--kadar "bermain-mainnya" masih ada--karena besar kemungkinan seseorang bisa mengakses ke Tempo Interaktif lebih dari sekali dalam rentang waktu seminggu itu. Namun kami pun sudah mulai menerapkan rambu-rambu yang lebih ketat, dengan memperpanjang interval waktu akses, sehingga Anda tak bisa seenaknya mengeklik jawaban berkali-kali. Bagi yang belum ikut "bermain", silakan klik Tempo Interaktif di: http://www.tempo.co.id.




Jajak Periode 27 Februari-6 Maret



Likuidasi bank akhirnya ditunda oleh pemerintah. Banyak orang kecewa karena ini memperpanjang kesimpang-siuran. Pemerintah pun dinilai plintat-plintut, tidak konsisten, dan lain-lain. Ada yang menduga, ini pasti ulah para pemilik bank yang punya hubungan dekat dengan penguasa. Menurut Anda, apakah batalnya likuidasi ini memang karena lobi para pemilik bank itu? Jawab saja dengan memilih: ya, tidak, atau tidak tahu.

Ya 84,8% 2196
Tidak 6,7% 173
Tidak tahu 8,6% 222


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data