Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXIIIIIII/02 - 8 Maret 1999
   
Ekonomi dan Bisnis

Tarik Ulur BI dan BPPN

Yang acap luput dibicarakan ketika ada likuidasi bank adalah nasib agunan para debitur, seperti debitur yang sertifikatnya ditahan di bank yang memberikan kredit pemilikan rumah (KPR). Padahal, soal itu tak kalah pentingnya dibandingkan dengan simpanan dana pihak ketiga atau pesangon bagi karyawan bank yang ditutup. Salah-salah, sertifikat itu bisa nyasar ke tempat lain.

Kekhawatiran ini bukan mengada-ada. Dalam proses yang begitu rumit dan melibatkan berbagai pihak, semua ini mungkin terjadi. Apalagi, antara Bank Indonesia dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) terdapat perbedaan pendapat. Menurut Direktur BI, Subarjo Joyosumarto, surat-surat berharga yang dijadikan agunan debitur akan diserahkan kepada bank-bank pendamping. Namun, seorang pejabat BPPN menyebut, aset itu akan diserahkan kepada AMU (Asset Management Unit). "Untuk kewajiban pihak ketiga, kita serahkan semuanya ke AMU," katanya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data