Berikut ini adalah berbagai kegiatan Freeport dari Puncak Carstensz sampai Pelabuhan Amamapare di Laut Arafura. Dan juga dampaknya yang telah dan akan terjadi (kecuali ada penemuan teknologi yang sangat maju untuk mereduksi dampak, misalnya teknologi pencemaran udara atau kebisingan, sehingga dampak negatif nya menjadi nol).
Lokasi | Kegiatan | Dampak |
Danau Wanagon | A. Penimbunan dengan tailing B. Longsornya 190 ribu ton tailing meluap ke Sungai Wanagon | Musnahnya ekosistem Danau Alpin, hilangnya spesies ikan, dan DAS (daerah aliran sungai) Wanagon tercemar logam berat tembaga, merkuri, dan seng |
DAS Kamora, Ajkwa, Minajerwi, dan Mawarti (KAMM) | A. Pembuangan tailing 17 ribu ton perhari B. Masuknya air asam tambang ke DAS KAMM | Rusaknya ekosistem hutan pegunungan sampai hutan bakau Brugueira dan hutan rawa. Larutnya logam dalam limbah ke dalam air sungai karena asam sulfat |
Estuaria dan Laut Arafura | Pembuangan limbah pelabuhan sampai ceceran minyak dari kapal | Perairan tercemar logam. Pendangkalan sungai karena sedimentasi tailing halus. Bioakumulasi pada ikan sembilang, kakap, lele, ekor garpu, dll. |
Carstensz, Grasberg, dan Erstberg | Open pit | Mencairnya tudung es abadi. Rapuhnya tanah dan batuan yang bisa menyebabkan longsor besar. Polusi udara, cerukan gunung. Pemanasan kawasan Puncak Jayawijaya |
Kota-kota baru (Kuala Kencana, Kwamki Baru, Tembagapura) | Pembuangan limbah cair, limbah domestik (rumah tangga), asap, dan kebisingan | Pencemaran tanah, air, dan udara kawasan Timika dan sekitarnya |
PLTU di Pelabuhan Amamapare | Pembuangan emisi gas buang. Pembuangan limbah panas PLTU | Udara di kawasan Amamapare tercemar SO4 (sulfat) dan NO2 (nitrat). Penurunan gas dan oksigen terlarut dalam air |
Perbatasan ekosistem Taman Nasional Lorentz | Limpahan air akibat masuknya tailing ke DAS KAMM | Musnahnya jenis pohon Gymnospermae (kelas tanaman berbiji dengan biji tidak terbungkus dalam ovarium, contohnya pinus dan cemara) di zone subalpin, dan hutan campuran di zone pegunungan Ancaman terhadap flora fauna endemik seperti buaya muara, dingiso (kanguru pohon), dan penyu. |