Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXIIIIIII/12 - 18 Januari 1999
   
Sastra

Hapuskan Monopoli Haji

Sejak dulu, perjalanan haji adalah lahan empuk untuk digarap. Maka, praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur dan menyebabkan ongkos naik haji (ONH) melambung. Terbukti, telah ditemukan dana abadi ratusan miliar dari kelebihan ONH yang dikelola Departemen Agama.

Ketika ONH diumumkan, terjadi penurunan drastis sebanyak US$ 500. Menurut Menteri Agama Malik Fadjar, penurunan itu dilakukan karena dihapuskannya biaya siluman yang dibebankan kepada calon jemaah. Jelasnya, jemaah haji selama ini menjadi sapi perahan penyelenggara haji yang dimonopoli oleh Departemen Agama. Untuk itu, dengan semangat reformasi, sudah seharusnya monopoli haji dihapuskan.

Sebagai gantinya, pelaksanaan haji dapat dilaksanakan secara langsung oleh biro-biro perjalanan haji, tanpa harus ada intervensi oleh Departemen Agama, sehingga pelayanan terhadap jemaah dapat ditingkatkan dan calon jemaah mendapatkan banyak pilihan.

Effendi Baharuddin

PO Box 430

Jeddah 21411, KSA


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Surat Suara Pilwali Kediri Nyaris Mencapai 1 Meter - 07 Sep 2008 | 18:49 WIB
Soekarwo Dekati PGRI - 07 Sep 2008 | 18:42 WIB
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen - 07 Sep 2008 | 18:38 WIB
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2 - 07 Sep 2008 | 18:34 WIB
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan - 07 Sep 2008 | 18:33 WIB
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual - 07 Sep 2008 | 18:25 WIB
Begini Rasanya Menjadi Pegawai Pertama Google - 07 Sep 2008 | 18:18 WIB
Pusat Perbelanjaan di Semarang Mulai Ramai - 07 Sep 2008 | 18:10 WIB
Soekarwo Dekati Persatuan Guru Republik Indonesia - 07 Sep 2008 | 18:02 WIB
Presiden Buka Puasa di Kediaman Ketua DPD - 07 Sep 2008 | 17:51 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data