Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXIIIIIII/22 - 28 Desember 1998
   
Opini

Fakta dan Fiksi

Ada soal lain di samping masalah legitimasi. Dalam suasana orang sedang bersemangat menuntut Soeharto yang harus diadili, ajakan Gus Dur bisa diartikan sebagai penghapusan perkaranya dari jadwal persoalan reformasi. Bahkan, secara politis kedatangan Gus Dur ke kediaman Soeharto dianggap tidak bijaksana sama sekali. Urgensinya terlalu dicari-cari. Apa kepentingan Gus Dur yang sebenarnya, kalau begitu?

Gus Dur juga memahami bahwa dasar permasalahan nasional sekarang terletak pada ketidakpercayaan umum yang meluas. Jadi jalan keluar bukanlah dengan cara yang menurunkan kredibilitas lebih jauh. Gus Dur sendiri di sana-sini juga ikut menambah rasa kurang percaya itu. Selain soal Soeharto, dia juga membuat pernyataan yang mendiskreditkan dan menuduh mahasiswa?tanpa kejelasan dan bukti apa pun?dibiayai negara asing seperti Amerika Serikat dan Libya, untuk menggagalkan pemilihan umum. Orang hanya bisa menggelengkan kepala mendengar dongeng yang tidak berujung-pangkal semacam ini. Apa tujuannya? Satu kali lancung, kepercayaan pada selebihnya juga bisa ikut gugur.

Pada gilirannya, pertanyaan tentang "apa tujuannya" juga bisa dikenakan pada dialog nasional yang sedang diusahakannya itu. Dialog memang selalu perlu, tetapi bukan yang berpretensi terlalu banyak. Gus Dur akan tetap jadi tokoh yang penting, tidak ada yang akan menyangkalnya. Asalkan dia dibantu untuk lebih cermat lagi, demi kredibilitasnya. Sebab tak semua mau pasrah dan terpaksa percaya begitu saja.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data