Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXIIIIIII/22 - 28 Desember 1998
   
Investigasi

Hutan Terbakar = Bhopal + Exxon Valdez

Sungguh spektakuler, memang. Para pengamat lingkungan menilai kebakaran hutan Indonesia pada tahun 1997/1998 merupakan bencana lingkungan global. Dampaknya merembet tak hanya ke semua sektor kehidupan dan sosial, tapi mengimbas sampai ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand. Secara tak langsung, orang-orang di Amerika juga ikut kena getahnya?dana pajak mereka dipakai untuk memadamkan kobaran api Kalimantan.

Siapa pun tahu, sulit mengukur dampak ekonomis kebakaran hutan itu. WWF-Indonesia dan Canadian IDRC's Economy & Environment Programme for South East Asia (EEPSEA) mengalkulasi kerugian itu sekitar US$ 4,45 miliar. Artinya, angka itu bahkan melebihi gabungan jumlah kerugian bencana Bhopal (India, 1984) dan Exxon Valdez (Alaska, 1989), atau setara dengan 2,5 persen GNP Indonesia sebelum krisis moneter. Rinciannya silakan disimak:

Kerugian Akibat Asap (US$ 1,45 miliar)


Kerugian karena ongkos pembiayaan kesehatan, turunnya produksi industri dan perkantoran, dibatalkannya ratusan penerbangan, serta anjloknya bisnis pariwisata?yang diderita dan ditanggung tiga negara?mencapai lebih dari US$ 1,45 miliar.

NEGARA KERUGIAN (JUTA US$)
Indonesia
Malaysia
Singapura
1.090
300
60
Total1.450

Sumber: EEPSEA/WWF 1998

Para Raja Rimba

Kegiatan komersialisasi hutan merebak setelah Soeharto naik pada 1966. Dia membagi-bagikan konsesi hak pengusaha hutan (HPH). Berikut ini lima nama terbesar di penguasaan hutan, nama-nama yang tidak asing pada era Orde Baru:


PERUSAHAANPEMILIKLUAS (JUTA HA)
Kayu Lapis Indonesia
Djajanti Group
Barito Pacific
Kalimanis Group
Korindo Group
Hunawan Wijajanto
Burhan Uray
Prajogo Pangestu
Bob Hasan
In Yong Sung
3,4962
2,9542
2,7238
1,2738
1,2810

Sumber: Departemen Kehutanan, 1998

Suaka yang Tak Terlindungi

Kebakaran hutan Indonesia tahun 1997 merupakan yang paling hebat sejauh ini. Menurut data yang dipantau Dirjen PPH (Departemen Perhutanan) yang belakangan dilaporkan Kantor Meneg KLH, luas hutan yang terbakar mencapai 383.870 hektare. Sedangkan WWF dan EEPSEA?lewat
satelit?memperkirakan luas kebakaran mencapai 5 juta hektare. Kebakaran hampir menyeluruh terjadi di semua provinsi di Indonesia. Namun, Kalimantan (60 persen) dan Sumatra
(30 persen) yang paling parah. Singapore Centre for Remote Imaging, Sensing and Processing (CRISP) memperkirakan, sekitar 3 juta hektare hutan di Kalimantan dan 1,5 juta hektare di Sumatra, yang terbakar pada tahun lalu.

Hampir 40 persen dari hutan yang terbakar (versi pemerintah Indonesia) memiliki kekayaan tak ternilai untuk pelestarian lingkungan:

JENISLUASPERSEN

Hutan Lindung
Taman Nasional
Suaka Alam
Hutan Penelitian
21,96
17,24
54,33
04,74
8,32
6,53
20,58
1,8


Sumber: Dirjen PHPA, 1998

Dunia Flora dan Fauna

Para pengamat ekologi menyebut bencana kebakaran hutan Indonesia sebagai global natural disaster (bencana alam global), sebab hutan tropis Indonesia adalah salah satu "mutiara bumi" yang termahal. Dia memberikan sumbangan lingkungan yang sangat bernilai: menjaga keseimbangan hidrologis serta menyimpan karbon sehingga bisa mencegah efek pemanasan global.

Indonesia memiliki kawasan hutan tropis terluas ketiga di dunia setelah Brasil dan Kongo? terserak terutama di Kalimantan, Irianjaya, dan Sulawesi. Bersama Brasil, Indonesia juga merupakan negeri dengan kekayaan hayati paling beragam. Berapa banyak hutan tropis Indonesia yang mengandung spesies flora-fauna dunia?

FLORA-FAUNA% DARI SPESIES DUNIA
Tumbuhan
Mamalia
Reptil dan Amfibi
Burung
Ikan
10%
12%
16%
17%
25%


Sumber: World Wild Fund, 1998

Kerugian Hangusnya Hutan (US$ 3 miliar)

Ini angka yang harus dipikul Republik. Kerusakan karena hilangnya kayu; terbakarnya tanaman pertanian dan produk hutan non-kayu; menurunnya jasa konservasi air dan tanah; serta meningkatnya ongkos pemulihan khazanah keragaman hayati; total jenderal bisa mencapai US$ 3 miliar.

Jenis KerugianBentukNilai (juta US$)

Kehutanan
Pertanian
Fungsi Hutan
Flora-Fauna
Udara Cemar
Pemadaman
Lain-lain
Lenyapnya produk komersial hutan
Tanaman yang terbakar
Kerusakan hidrologi dan iklim
Konservasi keragaman hayati
Lepasan karbon & perubahan iklim
Ongkos pemadaman kebakaran
Biaya tak langsung
493,0
705,0
1.077,0
30,0
271,0
13,4
410,6
Total3.000


Sumber: EEPSEA/WWF 1998


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data