Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXIIIIIII/22 - 28 Desember 1998
   
Inovasi

Melawan Kanker dengan Virus

VIRUS ternyata tak selalu harus dimusuhi. Mikrobia yang selalu diingat sebagai penyebab penyakit dari yang remeh sampai yang segawat AIDS ini ternyata juga bisa berguna. Bahkan untuk melawan penyakit berbahaya seperti kanker.

Itulah yang kini dilakukan para ilmuwan di Axis Genetics, Cambridge, Amerika Serikat. Mereka menggunakan sejenis kacang polong (cowpea) untuk mengusahakan sebuah virus yang digunakan tubuh untuk melawan kanker payudara. Virus ini juga akan digunakan untuk menangani penyakit kanker lain, termasuk tumor paru-paru.

Pada zaman modern ini, kanker tergolong penyakit yang sampai kini masih sulit ditangani. Kesulitan ini disebabkan oleh sel-sel ganas yang leluasa memperbanyak diri karena kegagalan sistem kekebalan tubuh mengenali sel kanker sejak dini. Lemahnya perlawanan sistem kekebalan tubuh juga membuat sel kanker cepat meruyak.

Untuk mengatasi kelemahan itu, Axis menawarkan terapi yang prinsipnya "mengajari" dan memberi sinyal untuk bangun kepada sistem kekebalan tubuh. Caranya justru dengan mengenalkan bahaya. Teknologi tim Axis dikembangkan dari pengamatan terhadap protein dalam tubuh?yang tingkah lakunya sangat berbeda ketika protein itu menjadi bagian jaringan tumor payudara.

Ketika menjadi bagian dari tumor, sebagian gula yang menyelimuti protein akan lenyap. Ini membut protein rentan terhadap serangan antibodi. Kelemahan dalam pertahanan inilah yang kemudian dieksploitasi dengan merekayasa virus yang strukturnya mirip dengan protein sel kanker. Virus alamiahnya diambil dari tanaman cowpea yang kemudian dimodifikasi. Ini dilakukan dengan menyisipkan suatu kode protein yang mirip dengan antigen pada kanker payudara ke dalam DNA virus.

Virus ini kemudian diinjeksikan ke dalam tanaman?bertindak sebagai lini produksi?dan menghasilkan virus rekayasa yang jumlahnya sangat banyak. Dua atau tiga minggu setelah inokulasi, virus itu siap dipanen, lalu "disaring" sebelum diinjeksikan ke tubuh manusia.

Bila masuk ke tubuh, virus tersebut akan diasosiasikan sebagai protein sel kanker. Sebagaimana reaksi tubuh terhadap vaksin, tubuh akan memproduksi antibodi sebagai usaha untuk melawan sel-sel kanker. Jadi, dengan terapi ini, akan diperoleh antibodi untuk menghentikan penyebaran sel kanker payudara yang biasanya juga menyebar ke bagian lain melalui sistem limfa.

Saat ini vaksin telah mulai dicobakan ke binatang. Jika percobaan ini berjalan dengan baik akan segera dicobakan kepada manusia. "Sekarang kami bekerja dengan mitra kami di Kanada untuk melakukan riset lebih jauh dan akan selesai tahun depan. Kami berharap bisa mendapatkan izin untuk dicobakan ke manusia,'' kata Dr. Paul Rodgers dari Axis kepada The Sunday Times.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data