Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXIIIIIII/15 - 21 Desember 1998
   
Inovasi

Untuk Jago yang Loyo

PARA pria yang "jago"-nya loyo, bergembiralah. "Ayam jantan" Anda boleh berkokok lagi dengan Ashwa. Ini obat antiimpoten baru yang tak kalah ampuh dan diramalkan bakal menyaingi pendahulunya, Viagra.

Ashwa--bahasa Sansekerta, yang berarti "kuda jantan"--dibuat oleh satu perusahaan obat di India. "Racikannya dibuat berdasarkan sistem tanaman obat India, Ayurveda," kata Gurudas Ram Saini, pewaris perusahaan obat itu, seperti dikutip Reuters November silam. Jadi, bahan yang digunakan pun seluruhnya berupa daun-daunan.

Sudhindra Sharma, dokter kepala penelitian dan pengembangan perusahaan itu, mengatakan bahwa ramuan ampuh antiimpoten sebetulnya merupakan warisan sistem pengobatan alamiah asli India yang sudah berumur 2.500 tahun, Bhaishajya Rantavali. Bahan baku Ashwa mencapai 30 jenis: dari lada hitam, oksida besi, sampai sulfur. "Kami memberinya sentuhan modern agar dapat menghasilkan produk sempurna," jelas Sharma.

Boleh percaya atau tidak, khasiat Ashwa, katanya, bisa dirasakan dari ujung rambut hingga ke kaki, termasuk menyuburkan kepala botak. Sharma menyodorkan klaim itu berdasar penelitian selama enam bulan terhadap 60 pria berusia 30 sampai 60 tahun. Memang, tidak 100 persen kepala botak langsung lebat, tapi sedikitnya terjadi perbaikan struktur atau muncul rambut baru.

Ashwa juga tak melulu untuk urusan yang berhubungan dengan syahwat. Orang-orang yang kehilangan nafsu makan pun boleh mencobanya. Obat berwarna merah ini bahkan diklaim mampu memperbaiki otot-otot lemah dan menambah kekuatan.

Di India, obat yang kemasannya bergambar kuda jantan sedang berlari ini ditawarkan seharga 120 rupee (sekitar US$ 3, atau Rp 23.000). Satu kotak berisi 10 butir pil. Tapi, kalau berminat membelinya, Anda mesti ke India, Jerman, atau kawasan Timur Tengah. Soalnya, Ashwa rencananya cuma dipasarkan di tiga tempat itu. Kecuali kalau nanti ada yang mencoba menjualnya lewat internet.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data