Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXIIIIIII/15 - 21 Desember 1998
   
Inovasi

Simulator Akrab Lingkungan

UNTUK sementara para aktivis pecinta lingkungan Green Peace boleh mengubur kapak perangnya. Mereka tak perlu lagi sibuk memprotes percobaan nuklir yang dilakukan negara adidaya di pulau-pulau karang Lautan Teduh. Soalnya, perusahaan komputer IBM telah menciptakan perangkat super yang mampu menampilkan simulasi percobaan bom nuklir untuk menggantikan uji coba sesungguhnya.

Nama perangkat baru ciptaan si raksasa biru itu adalah Pacific Blue. Perangkat ini disebut-sebut sebagai superkomputer tercepat seantero bumi hingga sekarang karena sanggup beroperasi 15.000 kali lebih cepat ketimbang rata-rata komputer normal. Di samping itu, memorinya juga 80.000 kali lebih banyak dibandingkan dengan komputer yang biasa dipakai di kantor-kantor. "Itu berarti dua kali lebih cepat dari semua komputer tercepat yang ada. Komputer ini juga punya cukup memori untuk menyimpan seluruh buku yang ada di Library of Congress," puji Wakil Presiden Amerika Al Gore di depan anggota Senat yang menyaksikan uji coba komputer itu bulan lalu, seperti dikutip CNN.

Pacific Blue sesungguhnya diciptakan khusus untuk Departemen Energi Amerika. Ia mampu melakukan 3,9 triliun operasi dalam sedetik. Dengan kecepatan laksana kilat ini, proses hitung-menghitung yang biasanya butuh waktu berbulan-bulan pun dapat dipersingkat dalam beberapa hari saja.

Kecanggihan superkomputer ini jelas akan menguntungkan para ilmuwan dari pelbagai disiplin ilmu. Ahli meteorologi, umpamanya, bisa menggunakannya sebagai mesin peramal perubahan cuaca secara lebih akurat. Para desainer industri bisa lebih banyak merekayasa rancang bangun pesawat, mobil, dan sebagainya. Ahli-ahli farmasi yang tengah berkutat di laboratorium pun boleh memanfaatkan kecanggihan Pacific Blue, misalnya untuk mempercepat proses penghitungan yang dipakai untuk mengidentifikasi pelbagai bahan kimia pembuat obat.

Namun, yang lebih penting, para ilmuwan militer dapat meneruskan uji coba hulu ledak nuklir canggih lainnya tanpa terkena sanksi larangan internasional, sekaligus tak perlu mencemari lingkungan lebih banyak lagi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data