|
PERTAMINA kini punya komandan baru. Martiono Hadianto, 53 tahun, Senin pekan ini dilantik menjadi direktur utama perusahaan minyak milik negara itu. Ia menggantikan Soegianto, 62 tahun, yang belum setahun memimpin Pertamina.
Tak jelas alasan cepatnya penggantian Soegianto. Begitu pula naiknya Martiono. Sebab, nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Soegianto adalah Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Qoyum Tjandranegara dan Direktur PT Timah Erry Riyana Hardjapamekas.
Yang jelas, Martiono masih memegang jabatan sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Kini ia mesti membereskan problem berat Pertamina, baik kasus mark-up proyek kilang Balongan senilai US$ 800 juta, yang melibatkan sejumlah pejabat dan kroni Soeharto, maupun tuntutan penghapusan monopoli bisnis minyak oleh Pertamina.
|