Bupati dan Kapolres Terlibat Santet? |
SUDAH sejak Juli sampai Oktober lalu kasus pembunuhan "tukang santet" Banyuwangi terjadi, tapi sampai sekarang pihak aparat belum berhasil menguak siapa penggerak kasus besar itu. Yang ada hanyalah pengadilan untuk beberapa penduduk yang diduga membunuh "tukang santet". Karena itu, PB Nahdlatul Ulama pun berinisiatif membuat Tim Pencari Fakta (TPF). Dan hasilnya, menurut Choirul Anam, Ketua TPF-PBNU, Minggu lalu, selain melibatkan kelompok terorganisasi, pembunuhan tukang santet di Banyuwangi juga melibatkan bupati, kepala kepolisian resor, dan komandan distrik militer setempat. Alasannya, pejabat daerah itu membiarkan saja korban jatuh. Menurut dia, jumlah korban pembunuhan "tukang santet" di Jawa Timur (di tujuh kabupaten) ada 353 tewas. "Di Banyuwangi ada korban yang tewas setelah pulang dari koramil," katanya. Bahkan, para "eksekutor" itu rencananya akan membunuh 500 orang dalam waktu tiga bulan.
Pejabat yang dituduh membantah. "Sejauh ini, tidak ada indikasi Kapolres Banyuwangi terlibat," ujar Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Mayjen M. Dayat. Sebelumnya, Bupati dan Dandim Jember membantah hal yang sama.
|